Tarif Hotel Menggila, Kuil Buddha Siap Tampung ARMY Saat Konser BTS

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 16:50 WIB
Logo boyband BTS untuk comeback 2026. (AFP/Jung Yeon-je)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah kuil Buddha di Kota Busan, Korea Selatan, dan sekitarnya memutuskan untuk membuka pintu bagi ARMY, sebutan untuk para penggemar boyband BTS.

Otoritas keagamaan ini menawarkan tempat menginap gratis hingga bertarif sangat murah, menyusul melonjaknya harga hotel secara gila-gilaan menjelang konser reuni raksasa K-Pop tersebut.

Konser yang dijadwalkan berlangsung pada 12 dan 13 Juni 2026 merupakan bagian dari tur perdana BTS setelah ketujuh anggotanya, RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jung Kook, resmi menyelesaikan wajib militer (wamil) mereka.

Melansir The Independent, sejak mengumumkan hiatus pada 2022, BTS akhirnya comeback pada Maret 2026 lewat peluncuran album terbaru bertajuk Arirang.

Melansir laporan kantor berita pemerintah Yonhap, kuil-kuil ikonik di Busan seperti Beomeo, Naewonjeong, Hongbeop, dan Seonam, serta kuil di kota penyangga seperti Changwon, Yangsan, dan Miryang, berkomitmen menyediakan ruang tidur bagi para turis dan fans BTS.

Fasilitas ini dikemas melalui program Temple Stay, sebuah konsep wisata budaya yang awalnya dibentuk saat Piala Dunia 2002 untuk mengenalkan kehidupan monastik Buddha. Namun, kali ini difungsikan sebagai jaring pengaman bagi fans yang kehabisan akomodasi.

Mengingat tempat ini merupakan kediaman para biksu dan biarawati, para penonton konser yang menginap wajib mematuhi aturan ketat, yakni:

- Menghormati jam malam dan menjaga ketenangan.
- Mengikuti jadwal check-in dan check-out yang baku.
- Wajib mengenakan seragam khusus kuil yang disediakan dan mengikuti aktivitas komunal seperti meditasi serta mengonsumsi makanan vegetarian.

"Konser BTS di Busan adalah daya tarik budaya besar bagi penggemar dari seluruh dunia. Kami ingin membagikan semangat kemurahan hati dan keramahan kuil, serta membantu pengunjung pulang dari Busan dengan kenangan yang hangat," tulis pernyataan resmi Korps Kebudayaan Buddhisme Korea selaku koordinator program.

Langkah penyelamatan oleh pihak kuil ini dipicu oleh maraknya praktik tengkulak dan lonjakan harga tarif hotel yang tak masuk akal sejak jadwal konser diumumkan Januari lalu.

Berdasarkan investigasi surat kabar Chosun Daily terhadap 135 fasilitas akomodasi di Busan, rata-rata tarif menginap melonjak hingga 433.999 won (sekitar Rp5,1 juta) per malam, atau naik 2,4 kali lipat dari tarif normal.

Beberapa kasus ekstrem yang dilaporkan di antaranya, penginapan Kelas Melati atau Guesthouse yang tarif normalnya 70.000 won (Rp820 ribu) melambung menjadi 600.000 won (Rp7 juta) per malam.

Lalu, untuk kamar tipe studio yang tarif biasa 57.000 won (Rp670 ribu) meroket gila-gilaan hingga dipasang pada harga 3 juta won (Rp35 juta) untuk akhir pekan konser.

Di sektor motel mencatatkan kenaikan rata-rata hingga 3,3 kali lipat. Di wilayah Seo-gu, sebuah hotel menaikkan tarif akhir pekannya dari 100.000 won (Rp1,1 juta) menjadi 750.000 won (Rp8,8 juta).

Kondisi ini diperparah dengan aksi sepihak sejumlah hotel yang membatalkan pesanan lama konsumen secara sepihak demi menjual kembali kamar tersebut dengan harga berkali-kali lipat kepada fans luar kota.

Pemerintah Kota Busan setidaknya menerima lebih dari 90 keluhan resmi dalam satu bulan melalui sistem pelaporan Organisasi Pariwisata Korea (KTO).

Merespons jeritan para pelancong itu, Pemerintah Kota Busan langsung meluncurkan inspeksi mendadak ke lapangan. Otoritas setempat mengancam akan menjatuhkan sanksi berat berupa audit investigasi pajak bagi pelaku usaha yang terbukti melakukan eksploitasi harga secara berlebihan.

Sebagai langkah persuasif, pemerintah juga mengampanyekan gerakan "Fair Lodging Challenge" guna mendorong para pemilik hotel mempertahankan tarif normal demi menjaga citra pariwisata Busan di mata internasional.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK