Viral Berbahasa Indonesia, Backrooms Debut Impresif di Box Office
Film horor psikologis fiksi ilmiah Backrooms yang viral di media sosial mencatatkan pembukaan impresif di pekan debutnya di box office Amerika Utara.
Film panjang debut karya YouTuber Kane Parsons dan ditulis oleh Will Soodik tersebut mencatatkan US$81,4 juta atau setara dengan Rp1,45 triliun (US$1=Rp17.870) di pasar domestik dan langsung menempati posisi puncak.
Sementara di pasar internasional, film itu mendulang US$36,5 juta dan menggenapi perolehan perdana secara global menjadi US$118 juta. Angka dari data Box Office Mojo per Senin (1/6) itu sungguh fantastis untuk film dengan bujet US$10 juta.
Variety menyebut, film Backrooms jadi salah satu film paling menguntungkan tahun ini. Meskipun sekuelnya belum diumumkan, Parsons telah mulai mempertimbangkan ide untuk menjadikan Backrooms sebagai waralaba.
Backrooms memecahkan sejumlah capaian, yakni pendapatan akhir pekan pembukaan terbesar yang pernah ada untuk A24, memecahkan rekor film thriller Alex Garland pada 2024, Civil War.
Film ini juga menempati peringkat debut terbesar dalam sejarah untuk film horor orisinal, serta awal terbaik untuk seorang pembuat film pemula dalam film non-waralaba. Parsons jadi sutradara termuda sejauh ini yang memiliki film nomor 1 di box office.
Backrooms menjadi perbincangan di media sosial, salah satunya diduga menggunakan rekaman suara salam berbahasa Indonesia dari Ilyas Harus yang terdapat dalam The Golden Records yang diluncurkan NASA pada 1977.
Backrooms merupakan film yang diangkat dari serial web Parsons dan terinspirasi dari serial creepypasta bertajuk sama. Film ini mengikuti pengalaman misterius seorang pemilik toko furnitur bernama Clark (Chiwetel Ejiofor).
Kepada terapisnya, Mary (Renate Reinsve), Clark mengaku dirinya mengalami keresahan setelah menemukan pintu rahasia di bawah tokonya yang membawanya ke deretan ruangan biasa yang tampak tak berujung.
Hingga suatu kali, Clark menghilang. Mengetahui hal tersebut Mary menjelajah ke tempat yang tidak diketahui untuk menyelamatkannya.
Selain Backrooms, film Obsession juga mencatatkan pendapatan positif di pekan ketiga penayangannya. Film di posisi dua ini mendulang US$26,4 juta dan menggenapi perolehannya di pasar domestik menjadi US$104,7 juta.
Film horor psikologis supranatural karya YouTuber Curry Barker tersebut juga berhasil mencatat perolehan di pasar internasional sebesar US$43,2 juta dan menggenapi capaian global sebesar US$148 juta dari bujet hanya US$1 juta.
Menurut analis Jeff Bock dari Exhibitor Relations, fenomena Backrooms dan Obsession yang dipenuhi oleh penonton Gen Z menjadi catatan sejarah tersendiri.
"Ini seharusnya memberdayakan industri. Ada penonton baru, dan mereka menunggu konten seperti ini," kata Bock seperti diberitakan Variety. "Kita tahu film horor indie sedang populer, tetapi kita tidak tahu seberapa populernya. Film ini bahkan bersaing dengan film-film blockbuster musim panas."