Talay Riley, Penulis Lagu Dua Lipa Tewas Ditikam di London

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 16:45 WIB
Talay Riley, penulis lagu Dua Lipa hingga Britney Spears, tewas setelah ditikam di London pada Jumat (5/6). (Tangkapan layar Instagram @talayriley)
Talay Riley, penulis lagu Dua Lipa hingga Britney Spears, tewas setelah ditikam di London pada Jumat (5/6). (Tangkapan layar Instagram @talayriley)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penulis lagu Talay Riley meninggal dunia saat berusia 35 tahun. Ia meninggal dunia pada Jumat (5/6) akibat penusukan di London Timur. Riley dikenal sebagai penulis lagu untuk penyanyi hit Dua Lipa, Britney Spears, dan H.E.R.

Berdasarkan pernyataan Kepolisian Metropolitan London, Riley ditemukan di taman dengan sejumlah luka tusuk sekitar pukul 09.00 waktu setempat pada Jumat (5/6). Pemilik nama asli Mark "Yinka" Orabiyi ini dinyatakan meninggal di lokasi kejadian penusukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan yang dibagikan melalui Instagram, keluarga Riley dan manajernya, Cleo Amedume, mengonfirmasi kabar duka tersebut.

"Talay akan selalu dikenang oleh mereka yang mengenalnya secara publik karena bakat luar biasanya sebagai penulis lagu dan artis peraih Grammy dengan penjualan multi-platinum," tulis keluarga Riley seperti diberitakan Rolling Stone, Senin (8/6).

"Bagi mereka yang mengenal dan mencintainya secara pribadi, humor, kemurahan hati, dan kehadirannya yang khas adalah hal yang paling akan dirindukan," lanjutnya.

Sebagai penulis lagu, Riley dikenal melalui karya-karya, seperti lagu Last Dance milik Dua Lipa (2016), Young Dumb & Broke milik Khalid, dan Lights On milik H.E.R..

[Gambas:Video CNN]

Karyanya pada lagu terakhir tersebut membawanya meraih penghargaan Grammy ketika lagu itu masuk dalam album debut self-titled H.E.R. tahun 2017, yang memenangkan kategori Album R&B Terbaik pada Grammy Awards ke-61.

Riley juga berkontribusi dalam lagu Who's Laughing Now milik Jessie J, Clumsy milik Britney Spears, If It Ain't Love milik Jason Derulo, dan Levels milik Nick Jonas.

Riley mulai dikenal luas sebagai penulis lagu sekaligus penyanyi pada 2009 berkat kolaborasinya dengan rapper grime Inggris, Chip. Ia ikut menulis dan tampil dalam beberapa lagu di album debut Chip, I Am Chipmunk, termasuk lagu Look for Me yang mencapai posisi ketujuh di tangga lagu Inggris.

Beberapa tahun kemudian, Riley meraih kesuksesan moderat lewat lagu Make You Mine, yang terdapat dalam mixtape pribadinya, Going to California.

Meskipun kariernya sebagai penulis lagu semakin berkembang, Riley tetap aktif merilis musiknya sendiri. Ia sering mengunggah lagu-lagu baru secara daring dan, berdasarkan unggahan media sosial terbarunya, tampak Riley sedang mempersiapkan perilisan album baru.

Karier menulis lagunya juga terus berlanjut. Ia berkontribusi pada album The Glorification of Sadness milik Paloma Faith (2024), album In the Blue Light milik Kelela (2025), serta album terbaru self-titled milik Kehlani.

Ia juga bekerja dengan grup perempuan Inggris Flo dan menerima nominasi Grammy atas kontribusinya pada album debut mereka, Access All Areas.

Saudara laki-laki Riley, Michael Orabiyi, yang juga dikenal sebagai penulis lagu dengan nama panggung Scribz Riley, membagikan penghormatan melalui Instagram.

"Ia memiliki salah satu hati yang paling tulus yang pernah saya kenal. Ia mencintai dengan sepenuh hati, memberi tanpa pamrih, dan menyentuh begitu banyak orang melalui bakat, kebaikan, serta semangat hidupnya," tulis Michael.

"Curahan cinta yang datang saat ini menunjukkan betapa banyak kehidupan yang telah ia pengaruhi. Kamu telah menginspirasi begitu banyak orang, dan warisanmu akan terus hidup melalui musikmu, keluargamu, teman-temanmu, dan semua orang yang beruntung pernah mengenalmu," lanjutnya.

Di kolom komentar unggahan Michael, banyak rekan dan kolaborator Riley turut menyampaikan belasungkawa dan penghormatan, termasuk Stormzy, Kehlani, Khalid, dan Ella Mai.

Selain Riley, terdapat korban lain dalam insiden penusukan tersebut, yakni seorang pria berusia 20-an tahun, mengalami luka yang tidak berisiko fatal. Dalam insiden tersebut, polisi menangkap tiga orang yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan Riley.

Salah satu tersangka dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut. Dua tersangka lainnya dibebaskan tanpa tindakan hukum tambahan.

Detektif Kepolisian Metropolitan London mengatakan penyelidikan masih berlangsung dengan cepat dan meminta siapa pun yang berada di sekitar lokasi kejadian atau memiliki rekaman kamera keamanan untuk memberikan informasi kepada pihak berwenang.

(van/chri) Add as a preferred
source on Google