Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
Kementerian Kebudayaan Korea Selatan bakal menghabiskan 12 miliar won atau sekitar Rp139,3 miliar (1 won=Rp11,61) tahun ini untuk mengubah arena olahraga regional dan fasilitas serbaguna menjadi tempat konser K-pop sementara.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata akan memilih enam fasilitas regional yang kurang dimanfaatkan dengan kapasitas 1.000 kursi atau lebih, dengan satu di masing-masing dari enam provinsi dan wilayah di luar wilayah metropolitan Seoul.
Korea Times pada Selasa (23/6) memberitakan setiap fasilitas akan menerima hingga 2 miliar won dalam pendanaan pemerintah, tetapi mereka harus menyediakan dana pendamping dari sumber lain.
Inisiatif ini muncul ketika ledakan global K-pop menghadapi hambatan logistik yang nyata di dalam negeri.
Sementara koreografi yang energik dan teknik suara yang cermat mendefinisikan genre ini di luar negeri, konser domestik sering kali diadakan di gimnasium kota atau stadion atletik yang kekurangan sistem akustik dasar dan dukungan panggung yang memadai.
"Proyek baru ini merupakan langkah awal yang krusial dalam memperluas infrastruktur pertunjukan agar sesuai dengan status global K-pop," kata Choi Sung-hee, direktur jenderal Biro Industri Konten dan Media Kementerian.
Renovasi yang didanai pemerintah akan berfokus pada perbaikan berdampak tinggi, termasuk pemasangan material akustik, tempat duduk yang dapat disesuaikan, pencahayaan panggung profesional, dan ruang ganti.
Untuk tempat olahraga, anggaran juga akan mencakup biaya sistem perlindungan lapangan untuk memastikan arena dapat dengan mudah beralih kembali ke penyelenggaraan acara atletik.
Untuk memastikan pengembalian investasi segera, tempat yang terpilih diharuskan untuk menyelenggarakan konser berbayar setelah menyelesaikan renovasi.
Selain mengatasi masalah logistik bagi industri musik, Seoul memandang proyek ini dari sudut pandang ekonomi.
Para pejabat berharap bahwa pembangunan tempat berkualitas tinggi di seluruh provinsi akan mendesentralisasi kancah budaya Korea yang sangat terkonsentrasi, menarik wisatawan asing lebih dalam ke pedesaan dan merangsang perekonomian regional.
Kementerian akan menerima permohonan dari pemerintah daerah, perusahaan publik, dan universitas hingga 24 Juli.
(chri)