HARI ANTINARKOTIKA DUNIA

Kisah Abadi Perjuangan Bunda Iffet Bersihkan Slank dari Narkoba

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 14:00 WIB
Seperti yang pernah diceritakan Bimbim pada 2014, Bunda Iffet telah merevolusi diri Slank dari pecandu hingga berhasil lepas dari ketergantungan narkoba. (Ari Saputra/ Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah pada masanya, dunia hiburan Indonesia diriuhkan dengan berita kecanduan narkoba yang menjangkit para pesohor. Berbagai penangkapan hingga masuk panti rehabilitasi mewarnai berita yang ditayangkan ke publik.

Namun dari sekian banyak kasus selebritas Indonesia yang terjerat narkoba dan berhasil kembali pulih, ada nama yang melegenda sebagai bukti bahwa harapan untuk bisa lepas dari narkoba bukan cuma angan, yakni kasus Kaka dan Bimbim Slank.

Kaka dan Bimbim Slank mulai mengenal narkoba pada era 1990-an saat berlibur ke Bali. Pada awalnya, Bimbim dan Kaka disebut tidak berniat menggunakan narkotika.

Ibu kandung dari Bimbim, mendiang Iffet Veceha Sidharta atau Bunda Iffet, pernah bercerita kepada CNNIndonesia.com pada 2015 bahwa titik awal kecanduan yang dialami keduanya ialah saat mengonsumsi minuman yang diberikan oleh teman mereka.

Saat itu Kaka berpikir itu bir china atau biasa disebut putaw che che. Ia dan Bimbim lantas mencobanya tanpa pikir panjang. Itu adalah titik awal Bimbim dan Kaka menjadi pecandu.

"Tahunya dia muntah-muntah dan pusing. Tapi habis bangun tidur dia langsung cari lagi, padahal muntah-muntah," kata mendiang Bunda Iffet kala itu.

Hingga akhirnya, Bimbim dan Kaka sepakat untuk menjalani rehabilitasi. Keduanya berjanji untuk berhenti memakai narkoba. Namun, perlawanan itu tidak mudah dilakukan.

Di sela-sela rehabilitasi, Bimbim pernah kedapatan menghubungi bandar narkoba. Tidak gampang memang bagi kedua personel tersebut untuk berhenti, detoksifikasi, dan rehabilitasi dari kecanduan narkoba.

Bukan hanya sekadar niat, tapi untuk bebas dari narkoba butuh waktu juga usaha yang lebih banyak. Bahkan menurut penuturan Bunda Iffet kala itu, bisa lebih dari 10 hari rehabilitasi.

Lihat Juga :
LAPORAN INTERAKTIF
Suit Suit.. Slank

"Setelah 10 hari itu dia bisa pakai lagi. Kalau dilepas begitu saja kita tidak tahu. Ini pun waktu kita lagi rehab dia (Bimbim) telepon bandar," ujar Bunda Iffet bercerita.

Pasca lika-liku bertekad untuk berhenti mengonsumsi narkotika, Slank juga harus berhadapan dengan potensi kehadiran bandar narkoba ke markas mereka, Gang Potlot.

Lingkungan Potlot pun mendukung dengan membentengi markas ini agar para bandar tak bisa menyusup. Usaha menghalau masuknya bandar turut diakui menjadi bagian paling sulit dalam membebaskan para personel Slank dari narkoba.

Sementara itu, menurut kisah Bimbim kala itu, mendiang Bunda Iffet juga sampai harus menyita ponsel dan dompet agar tidak kecolongan memesan narkoba. Bukan hanya itu, ia sampai menggandeng polisi dan berbagai pihak lainnya untuk memperkecil peluang member Slank mendapatkan narkoba dan kembali kecanduan.

"Usaha paling parah itu menjaga biar bandar enggak masuk," kata mendiang kala itu.

Menurut Bunda Iffet, proses detoksifikasi sendiri berlangsung beberapa tahun, kemudian masuk tahap medis. Tak disangka, ternyata obat untuk organ hati yang terkena dampak narkoba tidak murah.

Bunda Iffet (tengah) bersama grup Slank, ketika ditemui di Potlot. Jakarta, Kamis, 10 Desember 2024 Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

"Waktu rehab sudah di rumah saja, begitu selesai berapa tahun, udah sembuh baru ke medis. Nah itu yang mahal, pemakai narkoba itu kena di paru-paru dan hati. Itu yang kena. Kayak Bimbim itu dia sekali suntik Rp35 juta," ucap Bunda Iffet lagi.

"Virusnya di hati enggak mati, cuma disuntik sampai (badannya) betul-betul enggak kuat lagi disuntik," lanjutnya.

Pengalaman itulah yang mendorong Slank sempat bekerja sama dengan BNN untuk menyosialisasikan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Program itu memungkinkan penyalahgunaan narkoba tak dijerat hukum, melainkan direhabilitasi hingga sehat dan tidak dipungut biaya.

Namun seperti salah satu faktor penyebab seseorang bisa kecanduan narkoba, lingkungan sosial penderita juga menjadi faktor pendukung seorang pecandu bisa terbebas dan konsisten bersih dari obat-obatan.

Mendiang Bunda Iffet membuktikan hal tersebut. Dukungan dan usaha keras yang dilakukan Bunda Iffet untuk mengupayakan kembali anak-anak Slank --bukan hanya Bimbim-- untuk bebas narkoba, membuahkan hasil.

Satu per satu member Slank bebas narkoba, dan diikuti oleh ratusan penggemar mereka. Seperti yang pernah diceritakan Bimbim pada 2014, Bunda Iffet telah merevolusi diri Slank dari pecandu hingga berhasil lepas dari ketergantungan narkoba.

Bunda Iffet meninggal pada 26 April 2025 dalam usia 87 tahun. Ia bukan hanya ibu bagi member Slank dan penggemar band tersebut, tapi juga cerminan perjuangan seorang ibu dalam melindungi dan mengupayakan yang terbaik untuk anak-anaknya.

(van/end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK