Bos DC Akui Box Office Supergirl Gagal Capai Target

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 05:00 WIB
Co-CEO DC Studios, Peter Safran, mengaku masih percaya diri meski performa akhir pekan perdana Supergirl di bawah target. (DC/Warner Bros. Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Co-CEO DC Studios, Peter Safran, akhirnya buka suara menanggapi performa akhir pekan perdana Supergirl. Film kedua dari DCU yang ia bangun bersama James Gunn itu diakui gagal memenuhi ekspektasi pasar.

Di tengah sorotan tajam terkait modal produksi raksasa yang mencapai US$175 juta, Safran menegaskan bahwa hasil tersebut tidak menggoyahkan rencana besar studio ke depan.

Ia secara terbuka meminta publik untuk melihat proyek ini sebagai bagian dari peta jalan komprehensif yang masih panjang.

"Meskipun Supergirl tidak memenuhi ekspektasi box office kami, ini hanya salah satu komponen dari strategi jangka panjang yang lebih luas di DC Studios," kata Safran kepada The New York Times seperti dikutip dari Deadline, Minggu (28/6).

"Kami tetap percaya diri dengan hal tersebut," Safran menegaskan.

[Gambas:Video CNN]

Sejauh ini, Supergirl tercatat mengantongi US$38 juta di pasar domestik Amerika Utara dan US$68 juta secara global.

Lesunya penjualan tiket pada pekan pembuka ini disinyalir turut dipengaruhi beberapa faktor eksternal, seperti gelombang panas ekstrem yang melanda, serta kompetisi Piala Dunia yang menyedot perhatian massa.

Sebagai perbandingan, raihan domestik kisah debut solo Kara Zor-El di semesta baru DCU ini hanya unggul tipis dari pembukaan Joker: Folie a Deux yang mengemas US$37,6 juta.

Namun untuk skala global, performa Supergirl tertinggal jauh dari sekuel arahan sutradara Todd Phillips tersebut yang kala itu sukses mengamankan debut sebesar US$114,8 juta pada 2024 lalu.

Meski dianggap sebagai pencapaian yang kurang memuaskan di papan box office secara umum, proyek lanjutan dari film Superman (2025) ini justru mengukir sejarah baru di layar premium.

Supergirl berhasil mencatatkan rekor sebagai film pahlawan super dengan persentase pembukaan akhir pekan tertinggi dalam sejarah IMAX.

Terhitung sekitar 51 persen dari total pendapatan bioskop disumbang oleh format IMAX dan Premium Large Format (PLF), dengan kantong pendapatan dari layar IMAX sendiri menyentuh angka US$7,4 juta.

Pihak DC Studios kini langsung mengalihkan fokus pada beberapa proyek mendatang yang sudah masuk dalam daftar upcoming untuk menjaga momentum semesta sinematik mereka.

Jajaran tayangan baru yang siap dirilis meliputi film Clayface garapan sutradara James Watkins yang dijadwalkan tayang 23 Oktober di bioskop.

Langkah itu akan disusul proyek Man of Tomorrow karya James Gunn yang dipersiapkan tayang pada 9 Juli 2027, serta penayangan serial Lanterns yang dijadwalkan rilis di saluran HBO pada tahun ini.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK