5 Hal yang Mesti Diketahui Sebelum Tonton 402 Rumah Sakit Angker Korea
Film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea resmi tayang di bioskop pada 9 Juli 2026. Film ini dibintangi Arbani Yasiz, Saputra Kori, Diandra Agatha, Elang El Gibran, Lea Ciarachel, Jang Han-Sol, dan Aylena Fusil.
Film 402 ditulis oleh Lele Laila yang sebelumnya menulis seri Danur dan KKN Di Desa Penari (2022), serta digarap oleh Anggy Umbara yang sebelumnya menyutradarai Siksa Neraka (2023) dan Vina: Sebelum 7 Hari (2024).
Berikut lima hal yang mesti diketahui sebelum tonton 402 Rumah Sakit Angker Korea.
1. Adaptasi Gonjiam (2018)
402 Rumah Sakit Angker Korea diadaptasi dari film horor populer asal Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum (2018), karya Jung Bum-shik. Film yang diangkat dari lokasi nyata itu ditulis Jung bersama Park Sang-min.
Saat dirilis pada 2018, Gonjiam: Haunted Asylum yang mengusung konsep found footage supernatural ini menuai kesuksesan dari ulasan kritikus dan secara komersial.
Film ini menghasilkan pendapatan sebesar US$21 juta dari anggaran US$2,2 juta, dan menjadi film horor ketiga yang paling banyak ditonton di Korea Selatan setelah A Tale of Two Sisters (2003) dan Phone (2002).
Gonjiam: Haunted Asylum (2018) dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam genrenya, dengan beberapa kritikus mengklaim film ini "menguasai" konsep horor rekaman yang ditemukan.
2. Ada perubahan cerita
Mengusung konsep adaptasi sekaligus remake, 402 Rumah Sakit Angker Korea memiliki sejumlah perbedaan dari aspek cerita. Salah satunya adalah latar cerita yang digunakan.
Dalam Gonjiam: Haunted Asylum (2018), sebuah kelompok YouTuber pencari hantu ingin melakukan penelusuran di Rumah Sakit Jiwa Gonjiam yang terlantar setelah insiden pembunuhan massal oleh direktur rumah sakit sebelum menghilang misterius.
Namun dalam 402, rumah sakit itu bernama Yogwon Hospital yang juga mengalami kematian massal, yakni diduga bunuh diri massal karena terlibat dalam sekte sesat yang dipimpin oleh direktur rumah sakit tersebut.
Selain itu, dalam Gonjiam (2018), seluruh pemain merupakan orang asli Korea Selatan. Sementara dalam 402, tim pemburu hantu merupakan enam pemuda Indonesia dan dibantu seorang pria Korea-Jawa yang bisa berbahasa Indonesia.
Lanjut ke sebelah...