Putri Temon Kenang Percakapan Terakhir Sebelum Sang Ayah Wafat

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 15:30 WIB
Putri Temon, Rambu, mengisahkan momen terakhir saat berkomunikasi dengan sang Ayah sebelum meninggal dunia pukul 08.42 WIB pada Minggu (12/7). (Arsip Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Simson Rarameha Ngadang alias Temon. Komedian ini diketahui meninggal dunia pukul 08.42 WIB pada Minggu (12/7).

Adapun putri Temon, Rambu, mengisahkan detik-detik sebelum ia mendengar kabar duka dan momen terakhir saat berkomunikasi dengan sang Ayah.

Rambu mengaku pertama kali mendapat kabar soal kondisi sang ayah dari kakak-kakaknya pada Minggu pagi. Saat itu, ia diberi tahu bahwa Temon dilarikan ke rumah sakit.

"Saya kurang tahu spesifiknya, tapi saya dikabarin sekitar jam 8 lewat, jam setengah 9-an," kata Rambu di rumah duka kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7), seperti diberitakan Detikhot.

Begitu menerima kabar itu, Rambu langsung bergegas menuju rumah sakit. Namun di tengah perjalanan, ia kembali mendapat telepon yang membawa kabar duka bahwa sang ayah telah berpulang.

"Kayak ngabarin Papa masuk rumah sakit gitu. Terus ya sudah langsung ke rumah sakit, terus pas ditelepon lagi mau ngabarin lagi OTW, dikabarinnya sudah enggak ada," ucap Rambu.

Rambu menyebut, sejauh yang ia ketahui, Temon memang memiliki riwayat hipertensi alias darah tinggi. Selain itu, ia tidak mengetahui adanya penyakit lain yang dialami sang ayah.

Ia juga mengenang percakapan terakhir dengan Temon yang terjadi beberapa hari sebelum kepergian sang ayah. Komunikasi terakhir itu berlangsung pada Rabu malam, dan tidak membahas kondisi kesehatan.

"Hari Rabu malam kalau enggak salah. Komunikasi terakhir," kata Rambu.

Dalam percakapan tersebut, Temon justru membicarakan hal ringan. Sebagai ayah, ia sempat memberi tahu adanya seminar yang menurutnya layak diikuti oleh Rambu.

"Cuma ngasih tahu ada seminar gitu buat saya ikutin gitu," ucap Rambu lagi.

Rambu mengaku tidak melihat tanda-tanda kondisi sang ayah memburuk. Itulah mengapa kabar kepergian Temon menjadi pukulan besar bagi keluarga.

Terkait riwayat darah tinggi, asisten Temon, Febry, juga membenarkan hal tersebut. Meski ia sendiri belum mengetahui pasti apa penyebab utama meninggalnya Temon.

"Belum tahu pasti, tapi emang ada darah tinggi," ucap Febry.

Temon dikenal sebagai komedian yang telah lama malang melintang di industri hiburan Tanah Air. Ia memulai karier sebagai penyiar radio sebelum akhirnya merambah dunia akting dan komedi.

Namanya makin populer setelah membintangi sitkom "Abdel dan Temon Bukan Superstar" bersama Abdel Achrian.

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu juga sempat menjajal dunia tarik suara. Pada 2014, ia merilis single berjudul Raja Disko.

Sepanjang kariernya, Temon turut membintangi berbagai film layar lebar, serial televisi, dan program komedi yang membuatnya akrab di hati masyarakat.

Di rumah duka, tampak rekan artis dan komedian lain datang untuk melayat, seperti Cak Lontong dan Caisar.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK