Moana Live-Action Kuasai Box Office meski di Bawah Target

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 21:00 WIB
(L-R) Catherine Laga'aia as Moana and Pua in Disney's live-action MOANA. Photo courtesy of Disney. © 2026 Disney Enterprises, Inc. All Rights Reserved.
Debut Moana versi live-action masih berhasil kuasai box office meski meleset dari target. (Disney)
Jakarta, CNN Indonesia --

Moana versi live-action mampu mengamankan posisi puncak box office Amerika Utara pekan ini meski hanya mengamankan US$43 juta dari 3.827 bioskop pada pekan debutnya.

Variety pada Minggu (12/6) memberitakan angka tersebut terhitung sangat mengkhawatirkan mengingat biaya produksi film ini menelan dana fantastis mencapai US$250 juta, belum termasuk biaya promosi yang masif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pasar internasional, Moana juga tak begitu gagah hanya dengan raihan US$52 juta, sehingga total debut globalnya tertahan di angka US$95 juta.

Pendapatan awal Moana yang masih dibintangi Dwayne Johnson ini meleset dari proyeksi awal Disney yang membidik angka US$60 juta hingga US$65 juta secara domestik menjelang akhir pekan lalu.

Kini, Moana harus membayangi kegagalan film Snow White pada 2025 lalu yang hanya meraup US$42 juta pada debutnya dan berakhir dengan kerugian besar.

Mengingat tren awal yang lesu ini, Disney diprediksi berpotensi menelan kerugian hingga US$100 juta selama masa tayangnya di bioskop.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa hal diduga menjadi sebab Moana versi live-action tak berhasil berlayar lepas, salah satunya adalah waktu perilisan yang diduga menjadi pemicu utama.

Versi live-action ini hadir hanya berjarak 10 tahun dari animasi orisinalnya pada 2016 lalu dan kurang dari dua tahun dari sekuel animasinya, sehingga penonton kekurangan rasa nostalgia.

Sementara itu, posisi kedua box office Hollywood pekan ini ditempati Minions and Monsters yang mengumpulkan US$20,5 juta dari 4.244 bioskop pada pekan keduanya.

Meskipun mengalami penurunan pendapatan sebesar 45 persen dari pekan debut, spinoff dari waralaba Despicable Me ini terbilang sangat aman secara finansial.

Dengan akumulasi domestik US$108 juta dan global mencapai US$280 juta, film berbiaya produksi US$85 juta ini dipastikan tetap memberikan keuntungan komersial bagi studio meskipun berpotensi menjadi seri dengan pendapatan terendah di waralabanya.

Menyusul di peringkat ketiga adalah Toy Story 5 yang masih menunjukkan taringnya pada pekan keempat penayangan dengan meraup US$18,5 juta. Salah satu hit terbesar musim panas ini telah mengumpulkan total US$403,8 juta di Amerika Utara dan US$879,1 juta secara global.

Performa impresif ini membuatnya berada di jalur yang tepat untuk menembus US$1 miliar sekaligus bersiap melampaui rekor pendahulunya, Toy Story 4 (2019), yang mengakhiri masa tayang dengan raihan US$1,07 miliar.

Peringkat keempat ditempati film pendatang baru, Evil Dead Burn. Film horor produksi Warner Bros. dan New Line ini mencetak pendapatan perdana sebesar US$13,7 juta dari 3.004 bioskop.

Sementara untuk distribusi internasional yang dipegang Sony, film berlabel dewasa ini mendapat US$13,3 juta dengan total global sebesar US$27 juta.

Walau pembukaan ini berada di bawah ekspektasi awal dan lebih rendah dari pendahulunya, Evil Dead Rise (2023) yang debut dengan US$24 juta, modal produksinya yang hanya berkisar US$20 juta membuat sekuel keenam ini tidak membutuhkan usaha keras untuk balik modal.

Warner Bros. bahkan dilaporkan sudah memantapkan rencana untuk menggarap seri ketujuh bertajuk Evil Dead Wrath untuk dirilis pada 2028.

(chri) Add as a preferred
source on Google