Film Kung Fu Soccer Stephen Chow Raup Rp1,2 T dalam Dua Hari
Stephen Chow kembali membuktikan taringnya di panggung layar lebar lewat film terbaru besutannya, Kung Fu Soccer. Film komedi garapannya yang dibintangi Zhang Xiaofei hingga Dilraba itu sukses mencetak debut spektakuler.
Meski memicu perdebatan sengit di kalangan penonton terkait kualitasnya, dengan meraup pendapatan lebih dari 455 juta yuan atau setara Rp1,21 triliun (1 RMB=Rp2.672,74) hanya dalam dua hari pertama penayangan di China.
Proyek itu digadang-gadang sebagai penerus spiritual dari film klasik legendaris Shaolin Soccer yang dirilis pada 2001.
Global Times pada Minggu (12/6) memberitakan antusiasme luar biasa dari publik langsung menempatkan karya terbaru Chow ini sebagai rilisan terbesar dalam film musim panas tahun ini.
Film tersebut sekaligus menandai akhir dari masa hiatus sang sutradara selama tujuh tahun setelah terakhir kali menggarap The New King of Comedy pada 2019.
Para pengamat industri menilai lonjakan penonton ini dipicu oleh kerinduan mendalam publik terhadap humor khas Chow, di tengah lesunya pasar bioskop musim panas yang minim film blockbuster.
Cerita Kung Fu Soccer tentang perjuangan tim sepak bola perempuan. Mengawali langkah sebagai tim yang dipandang sebelah mata, mereka bangkit menjadi penantang gelar juara dengan memadukan teknik bela diri Shaolin dan strategi lapangan hijau.
Film tersebut dibintangi deretan nama besar, seperti Zhang Xiaofei, Dilraba, dan Lay Zhang, serta penampilan spesial dari Carina Lau dan aktor Jepang Takeru Satoh.
Produser film ini juga menerapkan strategi perilisan multibahasa, termasuk bahasa Mandarin, Kanton, Inggris, Korea, Jepang, hingga Thai demi memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2026 yang tengah menjadi sorotan global.
Berdasarkan data dari platform tiket Maoyan, Kung Fu Soccer mendominasi jatah penayangan dengan menguasai 48,2 persen slot pemutaran nasional pada hari perdana.
Film itu mengantongi lebih dari 260 juta yuan di hari pertama saja, menyumbang 80,3 persen dari total pendapatan bioskop harian di China.
Catatan impresif tersebut sekaligus membantu pasar bioskop domestik menembus angka harian 300 juta yuan untuk pertama kalinya dalam 136 hari terakhir.
Kendati berjaya secara komersial, film itu menuai respons yang terbelah dengan rating 6,6 dari 10 di platform ulasan Douban.
Kelompok penonton yang mendukung memuji keberanian Stephen Chow keluar dari pakem film olahraga konvensional yang biasanya berpusat pada pahlawan pria, dan memilih menonjolkan solidaritas serta pertumbuhan karakter perempuan.
Penggemar juga menyambut hangat kembalinya humor absurd khas Chow dan sekuens aksi bela diri yang dinilai menangkap jiwa karya-karya lawasnya.
Sebaliknya, para kritikus menilai film ini terlalu mendewakan formula sukses Shaolin Soccer sehingga alurnya terasa repetitif.
Kualitas efek visualnya pun tak luput dari kritik karena dianggap ketinggalan zaman, terlepas dari laporan ThePaper.cn yang menyebut proyek ini menggunakan lebih dari 1.200 bidikan efek visual serta teknologi motion-capture dan AI-rendering.
Film Kung Fu Soccer baru akan tayang 12 Agustus di bioskop Indonesia.