Tangis Istri Temon Pecah di Pemakaman: Sampai Jumpa Sayangku
Suasana haru mengiringi prosesi pemakaman Temon di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Senin (13/7) siang. Mobil jenazah Temon tiba di lokasi pemakaman dengan pengawalan dari pihak keluarga dan kerabat terdekat.
Pemakaman berlangsung setelah keluarga menyelesaikan ibadah pelepasan atau ibadah tutup peti yang berlangsung di GPIB Effatha, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peti jenazah berwarna putih bersih digotong sejumlah petugas menuju liang lahad yang telah disiapkan. Di belakang peti, pihak keluarga dan rombongan pelayat berjalan dengan langkah gontai diiringi isak tangis.
Puncak momen haru terjadi ketika peti jenazah sudah berada di dalam makam, istri keenam Temon, Mae, langsung menghampiri pinggir liang lahad untuk memberikan salam perpisahan terakhir kepada suami tercinta.
"Sampai jumpa sayangku. I know you. Sampai juga lagi di sana, sayangku," kata istri Temon, Mae, dengan suara bergetar menahan tangis, seperti diberitakan detikHot pada Senin (13/7).
Setelah istri Temon berpamitan, petugas mulai menguruk liang lahad dengan tanah. Mae dan anak-anaknya terlihat saling menguatkan satu sama lain meski diiringi oleh isak tangis kesedihan.
Setelah pusara tertutup dan nisan terpasang, keluarga serta para sahabat bergiliran maju untuk menaburkan bunga di atas makam.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan sesi doa bersama yang dipimpin pendeta. Para pelayat tampak tertunduk lesu sembari memanjatkan doa bagi mendiang Temon.
Komedian sekaligus aktor Simson Rarameha Ngadang atau yang terkenal dengan nama Temon meninggal dunia di usia 59 tahun pada Minggu (12/7) pukul 08.42 WIB.
Kabar duka tersebut telah dikonfirmasi oleh asisten Temon, Febry. Terpisah, Mae selaku istri mengungkapkan Temon meninggal dunia akibat serangan jantung. Temon disebut sempat mengeluhkan sakit di dada sebelum meninggal.
Di balik kepergian yang mendadak, Keenam mengenang sosok Temon sebagai figur kepala keluarga yang luar biasa dan selalu berhasil menghadirkan tawa di dalam rumah.
Ia menyebut suaminya adalah sosok penyayang yang sudah dikenalnya sejak berusia 18 tahun saat mendiang masih berkarier sebagai penyiar radio.
"Buat saya sama anak saya, mungkin orang tahunya Mas Temon itu gimana, tapi kalau buat saya dia selalu bisa bikin saya ketawa. Sekesel apa pun saya, dengan omongan dia sedikit pun pasti udah bikin saya ketawa," ucap Mae.
"Dia suami yang hebat. Walaupun di mata orang lain pendapatnya banyak, tapi buat saya dia selalu ada. Buat dia, sebuah kebahagiaan kalau melihat saya bisa ketawa. Sama anaknya juga dia ngajarin komedi. Mudah-mudahan dia tenang," tutup Mae.
(van/chri) Add
as a preferred source on Google
