Apa Itu Zeus' Law dalam The Odyssey? Ini Penjelasannya
Zeus' Law menjadi salah satu hal yang sering diucapkan dan disoroti dalam The Odyssey. Hal itu kerap diucapkan Telemachus (Tom Holland) hingga Odysseus (Matt Damon) dalam berbagai situasi.
Prinsip yang dikenal sebagai Zeus' Law of Hospitality merupakan prinsip panduan moral mendalam yang menjadi jantung utama dari seluruh alur ceritanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, apa itu Zeus' Law?
Dalam tradisi Yunani Kuno, prinsip itu dikenal sebagai konsep xenia yang merupakan kode etik kuno yang mengatur hubungan persahabatan antara tuan rumah dan tamu, khususnya terhadap para pelancong dan orang asing yang tidak dikenal.
Berdasarkan konsep yang berulang kali disinggung sepanjang film ini, setiap tuan rumah diwajibkan untuk memperlakukan tamu mereka dengan penuh kebaikan, karena tidak ada yang pernah tahu seseorang yang terlihat biasa sebenarnya merupakan sosok dewa yang sedang menyamar.
Mengingat hukum xenia bertumpu sepenuhnya pada rasa saling percaya, pelanggaran terhadap kode etik ini dinilai sebagai tindakan yang tidak hanya tidak sopan, melainkan juga sebuah penodaan sakral terhadap kesucian agama.
Dalam teks klasik asli karya Homer, seperti diberitakan Entertainment Weekly pada Minggu (19/7), para akademisi menganggap xenia sebagai salah satu tema paling sentral.
Sepanjang perjalanan The Odyssey, tokoh Odysseus berulang kali menghadapi ujian berat terkait hubungan sakral antara tuan rumah dan tamu tersebut, yang diilustrasikan melalui kisah Penelope dengan para pelamarnya, serta pertemuan Odysseus dengan raksasa Polyphemus.
Namun, Nolan memperluas gagasan tradisional ini secara lebih ekstrem dalam filmnya dengan membingkai taktik Trojan Horse sebagai bentuk pelanggaran tertinggi terhadap hukum xenia.
Dengan menyembunyikan kekerasan dan pasukan perang di dalam benda yang dimaksudkan sebagai hadiah, Nolan mengisyaratkan bahwa tindakan licik Odysseus dan para anak buahnya telah meletakkan dasar bagi kehancuran moral umat manusia.
Sikap saling percaya dan itikad baik yang seharusnya dipupuk melalui prinsip xenia justru terkikis habis oleh satu tindakan tipu daya tersebut, meninggalkan tatanan dunia baru yang kemudian terus dihantui dampak pelanggaran moral fatal ini.
Di sisi lain, film tersebut juga mengeksplorasi hukum xenia dari sudut pandang yang sebaliknya melalui adegan para anak buah Odysseus dengan serakah melahap hidangan mewah yang telah dipersiapkan untuk mereka.
Kemudian, mereka harus menghadapi konsekuensi mengerikan setelah mengetahui bahwa sang tuan rumah adalah penyihir Circe (Samantha Morton).
Lihat Juga : |
Akibat menyalahgunakan keramahtamahan dan bersikap rakus di rumah orang lain, para pelaut tersebut akhirnya dikutuk dan diubah wujudnya menjadi kawanan babi.
Melalui pendekatan narasi tersebut, Nolan membingkai The Odyssey sebagai kisah yang secara eksplisit digerakkan oleh berbagai pelanggaran berat terhadap Zeus' Law.
Kisah mitologi yang dipenuhi dewa, monster, dan penyihir pun mampu bertransformasi menjadi karya sinema yang sangat manusiawi serta relevan mengenai fenomena runtuhnya rasa saling percaya antarmanusia di era modern.
Kisah itu dapat ditonton dalam The Odyssey yang tayang sejak 15 Juli di bioskop Indonesia.
as a preferred source on Google

