MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026 Jadi Upaya Gali Potensi Bibit Baru
Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-55 tingkat Kabupaten Serang Tahun 2026 digelar di Kecamatan Mancak, Selasa-Sabtu (21-25/7). Ajang ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), untuk menggali potensi bibit-bibit baru putra-putri daerah.
Dari pantauan di lokasi, pelaksanaan MTQ ke 55 sebelum dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Serang, Muhammad Najib Hamas, dilakukan terlebih dahulu Defile para Kafilah dari 29 kecamatan se-Kabupaten Serang.
Turut hadir Ketua Harian LPTQ Banten Soleh Hidayat, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, para Wakil Ketua dan sejumlah anggota DPRD, Ketua Umum LPTQ Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, Ketua Harian LPTQ Budi Haryadi, dan para kepala OPD.
"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Serang, sesuai dengan arahan Ibu Bupati kita mengapresiasi kesiapan dari LPTQ, bahwa ini adalah kerja panjang, bukan hari ini saja," kata Najib Hamas kepada wartawan usai membuka pelaksanaan MTQ ke 55.
Ia menambahkan, pelaksanaan MTQ merupakan bagian dari proses pembinaan para qori dan qoriah, serta para peserta atau kafilah yang sudah berprestasi naik peringkat 3 pada MTQ ke 23 tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.
"Alhamdulillah naik peringkat 3, dan kita belum puas. Jadi ini akan menjadi starting point kita, bahwa pembinaan akan terus berlanjut di semua zona, termasuk kecamatan," tegasnya.
Najib Hamas memastikan, Budi Haryadi ke depan bersama tim akan terus berjuang untuk melakukan pembinaan cabang yang masih lemah, akan dilakukan pembinaan khusus dengan melibatkan para ahlinya itu yang pertama.
"Kemudian yang kedua, sesuai dengan amanah dan pesan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, MTQ tidak hanya sampai ke juara, tetapi diharapkan bibit-bibit baru dari kecamatan-kecamatan ini bisa tumbuh pembinaan berkepanjangan," ujarnya.
"Sedangkan yang ketiga, pesannya adalah bahwa kita semua diharapkan semangat Al-Quran ini menjadi semangat, spirit, motivasi untuk melakukan perubahan, guna sama-sama ihtiar kita mewujudkan Kabupaten Serang bahagia," tandas dia.
![]() Foto: Arsip Pemkab Serang |
Pada kesempatan yang sama, Budi Haryadi mengatakan bahwa sejarah baru bagi Pemkab Serang khususnya LPTQ dengan mengadakan MTQ di Kecamatan Mancak. Karenanya, selama 55 tahun terakhir Kecamatan Mancak belum pernah menjadi tuan rumah.
"Rencana kami, sudah kami atur bahwa setiap MTQ akan diadakan di setiap kecamatan masing-masing, akan bergantian. Dan yang belum pernah, itu kita akan lakukan," sebutnya.
Budi menyebutkan alasan dilaksanakannya MTQ tingkat Kabupaten Serang terlalu cepat. Menurutnya, paska MTQ tingkat Provinsi Banten, langkah pertama LPTQ adalah pembinaan betul-betul sangat membantu dan manfaatnya luar biasa.
Sebelumnya terjadi di bidang tilawah dengan sistem zonasi itu sehingga menguasai semua.
"Menguasai semua, dan bidang-bidang tersebut alhamdulillah semuanya masuk final. Kelemahan kita di bidang kaligrafi, Insya Allah kita akan sekolahkan putra-putri kita karena minus di kaligrafi," ucap dia.
"Kita setuju komitmen dengan Dewan Hakim Nasional, ini pun sejarah, belum pernah terjadi MTQ Kabupaten Dewan Hakimnya menurunkan Dewan Hakim Nasional dan Internasional fokus pada kaligrafi," paparnya.
Foto: Arsip Pemkab Serang |
Budi menargetkan, ke depan strategi bidang kaligrafi mumpuni dan membidangi serta menguasai bisa terjadi tahun depan Kabupaten Serang menjadi Juara Umum MTQ Banten.
"Pelan-pelan kita berprogres tahun ini, tahun 2025 untuk menjalani tahun 2026 di bidang tilawah, tahun 2026 untuk menuju 2027 di bidang kaligrafi. Pelan-pelan enggak mungkin semua, ini semua dukungan Ibu Bupati yang memberikan kepercayaan kepada saya, LPTQ melaksanakan dengan rasa tanggung jawab," ungkap dia.
Budi berharap MTP ke 55 tingkat Kabupaten Serang akan mencetak para peserta yang handal dan bisa bersaing dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten.
"Untuk peserta ada 1.200 orang ini sejarah juga, belum pernah terjadi sampai 1.000, pernah terjadi hanya hampir 800. Dan dewan hakimnya juga belum pernah sampai 140 dewan hakim, baru ini. Kita memang sungguh-sungguh, bukan main-main," imbuhnya.
"Jumlah itu bukan hanya melengkapi peserta, bukan hanya seremonial, tapi betul-betul saya perjuangkan, saya mantan peserta dan punya amanah dan tanggung jawab dari pemerintah atau Ibu bupati, saya akan menjalankan sesungguhnya," pungkas dia.
(adv/adv)
