Penerjemah Kisah Asli Odyssey Nilai Penulisan Film Nolan Buruk

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 19:02 WIB
Di tengah puja-puji untuk The Odyssey karya Christopher Nolan, akademisi yang juga penerjemah asli cerita Odyssey karya Homer justru memberikan penilaian pedas.: (dok. Universal Pictures via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah puja-puji untuk The Odyssey karya Christopher Nolan, akademisi yang juga penerjemah asli cerita Odyssey karya Homer justru memberikan penilaian pedas.

Emily Wilson, akademisi karya klasik yang juga perempuan pertama penerjemah Odyssey karya Homer ke bahasa Inggris, memberikan penilaiannya setelah melihat The Odyssey.

Wilson adalah sosok penting dalam proyek The Odyssey. Karya profesor studi klasik the University of Pennsylvania itu dalam menerjemahkan Odyssey, The Odyssey pada 2017, diakui Nolan adalah inspirasi besar dalam membuat film tersebut.

Namun Wilson tidak merasa punya utang budi dengan pujian tersebut. Dalam ulasannya atas The Odyssey punya Nolan di London Review of Books yang ditayangkan The Guardian, Wilson justru menghina film itu.

"Saya berharap kedekatan Nolan dengan tema-tema Homerik ini dapat mendorongnya ke tingkat kreativitas baru, dan memungkinkannya untuk menciptakan karakter yang lebih meyakinkan," kata Wilson.

"Tetapi The Odyssey menampilkan kombinasi kemegahan dan dangkal yang biasa ia tampilkan... Visi film ini terlalu membingungkan, karakternya terlalu kurang berkembang, untuk memberikan apa yang setengah dijanjikannya dalam hal ide-ide besar - meskipun film ini sangat bagus dalam menyampaikan ledakan besar dan raksasa besar," lanjutnya.

"Odyssey karya Nolan kekurangan banyak elemen yang membuat puisi itu hebat. Film ini tidak memiliki sesuatu yang meyakinkan untuk dikatakan tentang waktu, ingatan, sejarah, perang, atau tentang hubungan antara kembalinya seorang prajurit yang gemilang dan kehidupan keluarganya, musuh, rekan seperjuangan, teman, dan tetangganya."

"Film ini kurang memiliki kedalaman psikologis, emosional, politik, dan etis. Struktur naratifnya penuh trik. Penulisannya sangat buruk. Tidak satu pun karakter memiliki motivasi yang meyakinkan untuk tindakan atau kata-kata mereka. Tidak ada adegan seks, dan semua makanan terlihat mengerikan."

Variety pada Senin (27/7) mengatakan Nolan mengaku kepada Empire bahwa ia menggunakan baris pembuka terjemahan Wilson, "ceritakan padaku tentang seorang pria yang rumit", sebagai panduan untuk menghidupkan karakter Odysseus yang diperankan Matt Damon di layar lebar.

Namun, Wilson menyimpulkan tentang film Nolan dengan "saya akan malu telah menulis bagian mana pun dari naskah ini."

Di sisi lain, Wilson mengakui kepada Sunday Times, bahwa film tersebut memiliki efek positif pada minat budaya terhadap Homer dan cerita The Odyssey secara umum.

"Rilis 'The Odyssey' masih merupakan peristiwa yang patut dirayakan," kata Wilson. "Karya epik ini membawa penonton kembali ke bioskop... terjemahan Odyssey, termasuk terjemahan saya, laris manis."

"Mungkin film ini akan membujuk beberapa pengelola perguruan tinggi untuk tidak memangkas departemen sastra, bahasa, dan sejarah mereka."

Sementara itu, Christopher Nolan kembali menuai pujian kritikus melalui film terbarunya, The Odyssey. Film hasil adaptasi Odyssey karya Homer itu dinilai menghidupkan kembali kisah klasik dengan pendekatan yang terasa segar.

The Odyssey berhasil mendapatkan status Fresh untuk Tomatometer dengan nilai 94 persen dari 446 ulasan kritikus.

Sejumlah kritikus menilai Christopher Nolan berhasil memadukan spektakel visual berskala besar dengan kedalaman emosional, sehingga membuat cerita yang telah berusia ribuan tahun tetap relevan bagi penonton masa kini.

(end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK