Greta Lee Cerita Ketakutan sebelum Bintangi The Last House

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 04:01 WIB
The Last House. Greta Lee as Ann in The Last House. Cr. Chris Baker/Netflix © 2026
Greta Lee membeberkan berbagai ketakutan hingga tantangan fisik yang harus ia taklukkan demi membintangi The Last House. (Netflix/Chris Baker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Greta Lee membeberkan berbagai ketakutan hingga tantangan fisik yang harus ia taklukkan demi membintangi film survival thriller terbarunya, The Last House.

Dalam wawancaranya di siniar Skip Intro, bintang Past Lives tersebut mengaku telah menggemari kisah-kisah perjuangan bertahan hidup sejak kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasa tertarik itu pula yang membuatnya mantap menerima tawaran garapan sutradara Louis Leterrier tersebut, meski harus berhadapan dengan rasa takut mendalam terhadap air dan hiu.

"Saya benar-benar menyukai kisah-kisah seperti itu," ujar Lee saat menceritakan kegemarannya membaca kisah nyata perjuangan bertahan hidup semasa kecil.

Dalam film tersebut, Greta Lee memerankan Ann, seorang ibu yang terjebak bersama suami (Wagner Moura) dan anak-anaknya di dalam rumah mereka sendiri secara misterius.

Tak sekadar menguji kemampuan mengolah rasa saat keluarganya terisolasi dari dunia luar, proyek ini rupanya menuntut persiapan fisik yang teramat berat.

[Gambas:Video CNN]

Demi kebutuhan adegan di dalam air, ia dan jajaran pemeran lainnya harus mengikuti pelatihan penyelaman secara intensif di London School of Diving.

Greta Lee cerita belajar mengontrol napas, menyelaraskan tekanan udara di telinga, hingga menggunakan pemberat ekstra di pakaiannya lantaran tubuhnya yang cenderung mudah mengapung.

"Kami menjelma jadi penyelam. Rasanya saya bahkan sudah punya lisensi menyelam komersial dan bisa menekuni profesi itu kalau mau," kelakarnya, sembari menegaskan tak berniat beralih profesi.

Greta Lee mengenang momen awal latihan menahan napas yang terasa begitu menguras stamina. Saat merasa sudah bertahan sangat lama di bawah air, instruktur justru memberi tahu bahwa ia baru menahan napas selama dua menit.

Namun, komitmen profesionalisme di depan kamera perlahan mengasah kemampuannya bertahan jauh lebih lama di dalam air.

Proses syuting berhari-hari di dalam air tersebut pada akhirnya membawa dampak besar bagi kehidupan pribadinya. Lee berhasil mengikis trauma dan ketakutan ekstrem terhadap hiu yang telah membayanginya sejak kecil.

"Saya tidak takut lagi sekarang. Saya bisa berada di dalam air selama berjam-jam karena apa yang sudah saya lewati selama pembuatan film ini," tegas Lee.

The Last House tayang 7 Agustus di Netflix.

(chri)