Netflix Digugat Band Demon Hunter soal Tur KPop Demon Hunters
Netflix digugat grup musik metal asal Amerika Serikat, Demon Hunter, terkait penggunaan nama film animasi hit mereka, KPop Demon Hunters.
Gugatan tersebut dilayangkan ke Pengadilan Federal California. Dalam gugatan yang sama, band Demon Hunter juga menyeret nama promotor konser AEG Presents atas tuduhan pelanggaran hak cipta dan merek dagang.
Lihat Juga : |
Grup musik yang terbentuk sejak 2000 itu, seperti diberitakan CNA pada Jumat (21/8), kemudian menyoroti rencana tur konser KPop Demon Hunters, hasil kerja sama Netflix dan AEG.
Tur itu disebut berpotensi memicu kebingungan publik, serta mengancam bisa 'menenggelamkan' reputasi nama band mereka di industri musik. Band itu menekankan penamaan tur tersebut sangat merugikan bisnis yang telah mereka bangun puluhan tahun.
"Secara sederhana, Netflix tidak berhak menggunakan merek KPOP DEMON HUNTERS, sebagaimana mereka juga tidak berhak meluncurkan artis rekaman, pertunjukan tur langsung, dan merchandise dengan merek KPOP METALLICA, KPOP U2, atau KPOP BLACK SABBATH," tegas tim hukum Demon Hunter dalam dokumen gugatannya.
Pihak band Demon Hunter mengungkapkan kekacauan di lapangan sudah mulai terjadi usai pengumuman tur konser tersebut dirilis.
Demon Hunter mengaku sempat menerima permintaan refund dari seorang orang tua yang tak sengaja membeli tiket konser band mereka lantaran mengira acara tersebut adalah pertunjukan KPop Demon Hunters.
Tak hanya itu, mereka juga sempat dihubungi produser acara Inside Edition yang berniat mewawancarai penulis lagu film garapan Netflix tersebut.
Merasa tindakan para tergugat telah memicu krisis eksistensial bagi kelangsungan karier mereka, band yang berencana menggelar tur AS pada Oktober mendatang ini akhirnya memilih menempuh jalur hukum.
Dalam tuntutannya, Demon Hunter meminta hakim melarang penggunaan nama KPop Demon Hunters dalam produk musik, merchandise, maupun promosi konser, serta menuntut ganti rugi finansial yang besarnya akan ditentukan di persidangan.
KPop Demon Hunters merupakan film animasi yang pertama kali tayang di Netflix pada Juni 2025. Film yang menjadi fenomena global ini mengisahkan grup K-pop yang diam-diam memburu iblis.
Animasi ini sukses besar hingga menjadi film paling banyak ditonton dalam sejarah platform tersebut, serta berhasil memboyong dua piala Oscar untuk kategori Best Animated Feature dan Best Song.
Kesuksesan tersebut yang mendorong Netflix menggaet AEG pada Mei lalu untuk menggarap proyek tur konser bertema film tersebut.
Merespons tudingan tersebut, pihak Netflix menegaskan bahwa klaim yang diajukan band asal Seattle itu sama sekali tidak beralasan. Raksasa hiburan ini menyatakan siap menghadapi proses hukum dan membela diri secara agresif di pengadilan.
Di sisi lain, pengacara yang mewakili Demon Hunter, John Tehranian dari firma One LLP, menolak memberikan keterangan lebih lanjut terkait gugatan yang berjalan.
(chri)