Alasan Mediasi Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Buntu
Ruben Onsu dan Sarwendah akan memperjuangkan hak asuh anak mereka dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah 30 hari proses mediasi berakhir buntu pada Rabu (19/8).
Kegagalan mencapai titik temu terkait hak asuh dan akses pertemuan dengan anak-anak mereka dipicu beberapa persoalan, mulai dari urusan finansial hingga kesehatan yang disoroti masing-masing pihak.
Gagalnya mediasi disebut bermula ketika pihak Ruben Onsu menyinggung rencana audit terhadap nafkah anak yang selama ini dikirimkan rutin setiap bulan.
Pihak Sarwendah mengaku tidak keberatan jika penggunaan nafkah tersebut diaudit dan menyatakan siap mempertanggungjawabkan dana yang telah diberikan.
"Kami siap untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaporan terhadap itu ya. Saya pastikan sekali lagi, kami siap menyampaikan pertanggungjawaban pelaporan terkait dengan biaya yang pernah diberikan," kata kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, seperti diberitakan detikHot pada Rabu (19/8).
"Tetapi ya lucu aja ya. Audit itu kan biasa untuk perusahaan, untuk karyawan. Kalau yang mereka lakukan ini untuk kehidupan anak, anak makan bakso di pinggir jalan lalu diminta bon bakso, ini kan agak menurut saya agak enggak lazim lah buat kami lawyer," ujarnya.
"Klien kami tegaskan tidak keberatan itu (audit nafkah) dilakukan. Klien kami enggak ada masalah karena semua buktinya ada," ia menegaskan.
Rencana audit nafkah tersebut bermula setelah pihak Ruben Onsu menilai mekanisme penagihan nafkah tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dituangkan dalam Akta Nomor 39 mengenai pembahasan biaya pemeliharaan dan pendidikan anak.
Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben sebelumnya mengungkapkan bahwa kliennya mendapatkan rincian biaya kebutuhan anak yang dinilai lebih menyerupai tagihan atau invoice tanpa adanya pembahasan terlebih dahulu.
Sementara itu, sebagai gantinya, kubu Sarwendah kemudian meminta pemeriksaan kesehatan terhadap Ruben sebagai syarat keamanan bagi anak-anak.
"Tetapi yang lazim sebenarnya adalah audit kesehatan buat kami ya. Kalau dia memang mau meminta audit nafkah atau biaya pemeliharaan dan pendidikan itu, kita juga minta audit kesehatan terhadap klien Bang Minola," kata Chris Sam Siwu.
Sementara itu, permintaan audit kesehatan dari pihak Sarwendah muncul di tengah isu mengenai kondisi kesehatan Ruben yang sempat menjadi sorotan publik.
Isu itu mencuat setelah netizen menyoroti cuplikan percakapan yang terlihat ketika Minola menunjukkan layar ponselnya dalam wawancara bersama Denny Sumargo pada Sabtu (1/8).
Dalam cuplikan tersebut, muncul dugaan bahwa Sarwendah sempat menanyakan apakah Ruben masih mengonsumsi obat HIV atau antiretroviral (ARV).
Chris Sam Siwu sebelumnya membenarkan bahwa percakapan tersebut memang dikirimkan oleh kliennya. Namun, ia menegaskan bahwa pihak Sarwendah tidak pernah bermaksud membuka persoalan kesehatan Ruben ke publik.
"Saya tidak mau bahas terlalu jauh terkait penyakit tiga huruf karena itu privasi ya. Tetapi chat yang tidak sengaja terlihat pada saat acaranya podcast Densu itu, itu adalah chat yang benar dilakukan chat-nya kepada klien Bang Minola," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8).
Lihat Juga : |
Menanggapi permintaan audit kesehatan tersebut, Minola Sebayang mempertanyakan alasan persoalan itu baru muncul saat proses mediasi berlangsung.
Padahal, dalam Akta Nomor 39 yang telah disepakati kedua pihak setelah perceraian, Ruben disebut memiliki hak bertemu dengan anak-anak tanpa syarat tertentu.
"Kalau memang benar itu ada dan itu membahayakan, harusnya dari awal kan itu sudah diatur. Loh, dia mengatakan, 'Oh ini kita tidak atur karena kita enggak mau mengatur hal-hal yang sensitif'. Loh, tapi kan tetap harusnya bisa diakali dengan bahasa misalnya dengan syarat-syarat yang ditentukan di kemudian hari, boleh. Ini enggak ada, tanpa syarat," ujar Minola.
Sementara itu, terkait rumor mengenai kondisi kesehatan Ruben, Minola sudah merespons dokumen pemeriksaan kesehatan yang beredar. Saat ditanya mengenai perbedaan tanggal lahir dalam dokumen tersebut, ia menegaskan hanya menunjukkan dokumen yang diberikan Ruben kepadanya.
Dengan gagalnya mediasi, perkara gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu terhadap Sarwendah selanjutnya akan memasuki tahap pemeriksaan pokok perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dijadwalkan mulai pekan depan.
(van/chri)