Ariana Grande Semprot Trump Lagi usai Pakai Lagunya

CNN Indonesia
Minggu, 23 Agu 2026 05:30 WIB
BEVERLY HILLS, CALIFORNIA - JANUARY 11: (FOR EDITORIAL USE ONLY) Ariana Grande attends the 83rd annual Golden Globe Awards at The Beverly Hilton on January 11, 2026 in Beverly Hills, California.   Neilson Barnard/Getty Images/AFP (Photo by Neilson Ba
Ariana Grande kembali menyemprot Presiden Donald Trump yang menggunakan lagu penyanyi tersebut untuk video propagandanya di media sosial. (Getty Images via AFP/NEILSON BARNARD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ariana Grande kembali membalas dan menyemprot Presiden Donald Trump yang menggunakan lagu penyanyi tersebut untuk video propagandanya di media sosial.

Kali ini, Team Trump menggunakan lagu We Can't Be Friends (Wait For Your Love) sebagai latar video yang mereka unggah di TikTok pada Kamis (20/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video itu menampilkan Trump berjalan menuju podium dengan keterangan "ini seharusnya tidak kontroversial #trump #arianagrande #maga."

Selain itu, dalam video, ada tulisan: "Aku dan kebenaranku duduk dalam diam... Pria tidak bisa melahirkan dan seharusnya tidak pernah berkompetisi dalam olahraga perempuan."

Grande kemudian membalas video tersebut lewat komentar, "Jangan pernah gunakan musikku lagi. Lagipula, kebenaranmu itu keliru." Namun komentar tersebut tak terlihat di kolom komentar.

Pada Jumat (21/8) siang waktu Indonesia, video Team Trump tersebut kini tak bisa lagi menampilkan suara alias kena mute dengan keterangan "the copyright owner hasn't made this sound available in your country".

Variety menyebut ini jadi kali kedua dalam dua bulan Ariana Grande bereaksi keras terhadap pemerintah Trump karena menggunakan salah satu lagunya di media sosial.

Pada Juni 2026, Gedung Putih menggunakan lagu Grande rilisan 2024, Bye, dalam unggahan TikTok yang memperlihatkan agen ICE menangkap dan memborgol orang-orang.

"Tolong jangan pernah gunakan musikku untuk hal-hal yang berkaitan dengan tindakan barbar, tidak manusiawi, dan keji ini. Persetan dengan ICE," tulis Grande dalam unggahan tersebut.

Ariana Grande termasuk dalam daftar panjang musisi yang telah menyatakan keberatan atau meminta agar lagu mereka dihapus dari unggahan Gedung Putih maupun Trump.

Lagu milik Taylor Swift dan Bad Bunny baru-baru ini juga dihapus dari unggahan-unggahan tersebut, sementara Noah Kahan mengambil sikap yang lebih tegas pada akhir Juli setelah Gedung Putih menggunakan lagunya, American Cars, di Instagram.

"Saya tidak akan pernah menyetujui penggunaan musik saya untuk mendukung Anda ataupun pemerintahan ini," tulis Kahan.

(end)