Film Mutiny Jason Statham Dikritik, Naskah Dinilai Dangkal

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 05:00 WIB
Jason Statham dalam film Mutiny (2026).
Beragam kritik membuat Mutiny, film kedua Jason Statham pada 2026, hanya mendapatkan skor 57 persen di Rotten Tomatoes. (Lionsgate/Dan Smith)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mutiny, film laga terbaru Jason Statham, menuai beragam respons kritikus film. Meski kembali menyuguhkan formula aksi fisik khas yang menjadi jaminan hiburan, film ini disebut tersandung beberapa hal.

Proyek arahan sutradara Jean-François Richet ini dinilai kepayahan dalam mengemas alur cerita, memiliki penokohan yang dangkal, serta tempo permainan yang kerap tersendat di luar adegan pertarungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beragam kritik tersebut membuat Mutiny, film kedua Jason Statham pada 2026 itu, hanya mendapatkan skor 57 persen di Rotten Tomatoes dari 87 ulasan kritikus film yang masuk hingga Senin (24/8).

William Bibbiani dari The Wrap menilai penonton pada dasarnya tidak pernah mengejar kerumitan cerita saat menyaksikan film Statham.

Namun dalam Mutiny, ia mengritik struktur narasi yang dinilai janggal karena menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memperkenalkan konspirasi spionase korporat sebelum berpindah latar.

Keputusan itu yang membuat Bibbiani menyayangkan karakter penjahat utama garapan Roland Møller tampil terlalu hambar karena tak ada pendalaman.

"Hal itu sampai-sampai membuat tidak masuk akal ketika Statham naik ke atas kapal. Saya tegaskan lagi, bagian kapal adalah hal paling tidak meyakinkan dari adegan 'Jason Statham di atas kapal'," ujar Bibbiani.

[Gambas:Video CNN]

Keluhan senada soal irama penceritaan dilayangkan Jamie Graham dari Empire Online. Meskipun ia mengapresiasi koreografi laga yang keras dan intens, jeda di antara adegan adu jotos dinilai sangat menjenuhkan.

Menurutnya, benang merah konspirasi maupun jajaran penjahat figuran dalam film ini gagal memikat emosi penonton.

Kritik lebih tajam diutarakan Amy Nicholson dari LA Times. Nicholson menilai Statham kini terlampau nyaman berada di zona aman sebagai sosok tangguh yang monoton, minim dialog, dan enggan mengeksplorasi emosi.

Selain itu, ia menyayangkan potensi cerita yang terbuang sia-sia akibat penulisan skenario yang ceroboh. Ia bahkan menyentil penulis naskah J.P. Davis dan Lindsay Michel yang masih mengandalkan kiasan klise murah demi memicu drama.

"Hal paling mengesalkan dari Mutiny adalah film ini sebenarnya memiliki ide-ide yang cukup bagus, tetapi kemudian diombang-ambingkan dan diterlantarkan begitu saja," tulis Nicholson.

Di tengah gempuran kritik tersebut, Alison Willmore dari Vulture memberikan pandangan yang lebih lunak. Ia menganggap fenomena Statham yang terus mengulang formula laga serupa sebagai tontonan aksi kelas B yang tetap sanggup menghibur di tengah usianya yang tak lagi muda.

Baginya, Mutiny tetap menjadi tontonan yang pas untuk melepas penat berkat adegan pertarungan jarak dekat Statham yang selalu dieksekusi secara profesional.

"Statham kini hampir berusia 60 tahun, dan fakta bahwa ia terus membuat variasi dari film yang sama secara berulang kali membawa sedikit rasa haru-sebuah kesadaran bahwa suatu hari nanti, cepat atau lambat, dia harus berhenti," ungkap Willmore.

Mutiny menceritakan Cole Reed (Jason Statham) menaiki kapal kargo dalam misi seorang diri untuk membalaskan dendam setelah menyaksikan bos miliardernya dibunuh dan ia malah dijebak atas kejahatan tersebut.

Misi itu mendorongnya menaiki kapal kargo untuk membalas kematian bosnya sekaligus berjuang memulihkan nama baiknya.

[Gambas:Youtube]

(chri)