Sherina Datang Langsung ke Lokasi Karhutla di Kalimantan
Sherina menceritakan momen datang langsung ke lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan beberapa waktu yang lalu. Ia datang bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Kesempatan itu membuatnya melihat langsung betapa tebalnya asap di banyak kawasan akibat karhutla yang jelas berdampak bagi warga bahkan hewan-hewan yang berada di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahan bersama pada Rabu (2/8), Sherina mengawali ceritanya dengan rencana keberangkatan ke Kalimantan sempat tertunda akibat masalah cuaca dan asap tebal yang memengaruhi jarak pandang penerbangan.
"Susah gitu visibilitasnya dan ketika mulai descending untuk landing itu mulai tuh, mulai keruh sampai akhirnya enggak kelihatan apa-apa, dan itu bukan awan," cerita Sherina ketika hendak landing di Kalimantan.
"Itu asap dan bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker karena lama-lama gatal. Baru kelihatan lagi visible Kalimantan dari atas ketika mendekati ground, mendekat ke atap-atap (rumah), tapi sebelum itu benar-benar asap."
Setibanya di sana, Sherina mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan bertemu dengan tim yang dalam beberapa waktu terakhir berupaya memadamkan api.
Mereka juga berkoordinasi dengan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk membahas titik-titik terdampak yang akan dikunjungi. Sherina Cs juga datang memberikan bantuan logistik kepada mereka.
Selama berada di sana, Sherina tak hanya melihat asap yang begitu tebal, tapi juga kondisi langsung lahan yang terbakar.
"Kami dikabarkan di Jalan Lingkar Luar itu ada sumber api juga, sepertinya sih sudah dipadamin cuma kami bisa melihat bekasnya tuh hitam gitu dan ada beberapa api-api kecil mungkin yang muncul yang bekas dipadamin, tapi semoga enggak, tapi itu bisa menjadi api besar gitu," cerita Sherina.
"Jadi aku ngelihat api yang sekecil itu aja impact asapnya sudah parah banget dan aku enggak kebayang warga di sana terdampaknya seperti apa tiap hari."
Bintang film Petualangan Sherina itu kemudian mengungkapkan juga bakal mengunjungi pusat rehabilitasi BOSF di Nyaru Menteng untuk melihat kondisi sekolah hutan dan pengoperasiannya di tengah terdampak karhutla.
Ia juga menyoroti kira-kira tindakan preventif yang bisa dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan 200 orang utan yang ada di sana.
"Kami juga akan berangkat ke Tambore dan itu sekitar 2,5 jam dari Palangkaraya di situ yang memang bermasalah banget apinya, kayak dipadamin terus entar muncul lagi," ungkap Sherina.
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah provinsi di Kalimantan dan Sumatra. Kementerian Lingkungan Hidup pun menerbitkan instruksi mendesak bagi enam gubernur di Sumatra dan Kalimantan guna memperketat penanganan karhutla.
Karhutla yang tak kunjung membaik ini berpotensi membuat warga mengidap ISPA, iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, merusak lingkungan, kabut asap yang mengganggu jarak pandang hingga menghambat sarana transportasi darat, laut, dan penerbangan.
Sejauh ini, Kementerian Lingkungan Hidup menyegel 21 badan usaha terkait peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai daerah.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan 21 badan usaha itu tersebar 7 di Kalimantan Barat, 4 di Sumatera Selatan, 4 di Kalimantan Selatan, 3 di Kalimantan Tengah, dan masing-masing 1 di Kalimantan Timur, Lampung dan Riau.
(chri)