China Tayangkan Beyond Wukong, Drama Full AI Pertama

CNN Indonesia
Minggu, 06 Sep 2026 18:43 WIB
Drama AI China Beyond Wukong (2026).
China resmi mulai menayangkan Beyond Wukong, drama AI-generated content di jam saluran utama pada 2 September 2026. (via Mango TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

China resmi mengukir sejarah baru dengan menayangkan serial drama berdurasi penuh pertama yang sepenuhnya diproduksi kecerdasan buatan atau AI. Serial bertajuk Beyond Wukong itu bahkan mendapatkan jam tayang utama.

Penggunaan AI dalam drama China sesungguhnya bukan hal baru, tapi biasanya itu dilakukan untuk mengganti wajah aktor yang sedang terlibat kontroversi sehingga drama yang sudah diproduksi bisa tayang tanpa harus melakukan banyak perombakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Global Times pada Rabu (2/9) memberitakan Beyond Wukong yang merupakan hasil adaptasi novel klasik Dinasti Ming itu juga tercatat langsung sukses mencetak rekor rating puncak di slot penayangannya.

Beyond Wukong menghadirkan babak terbaru dalam semesta legenda Journey to the West. Berlatar 1.000 tahun setelah era Kera Sakti, cerita berfokus pada kera batu muda bernama Sun Xiaosheng yang melakukan perjalanan baru demi memulihkan tatanan kosmik.

Seluruh visualnya dirancang mengawinkan estetika lukisan tradisional China dengan sentuhan teknologi digital modern.

Beyond Wukong yang sepenuhnya diproduksi AI itu menjadi proyek percontohan bagi kebijakan baru regulator penyiaran China yang dikenal sebagai 21 Broadcasting Guidelines.

[Gambas:Video CNN]

Aturan terbaru itu mengatur pemangkasan birokrasi ketat lewat skema "tinjau sambil tayang", sehingga produksi dan evaluasi konten musim drama televisi bisa dilakukan secara bertahap dan fleksibel.

Langkah berani tersebut memicu perdebatan sengit di media sosial China. Sebagian penonton memuji visual digitalnya yang mampu menyegarkan kembali kekayaan budaya klasik.

Namun, di sisi lain, banyak pula yang meragukan kedalaman emosi serta penokohan cerita buatan mesin. Muncul pula kekhawatiran soal potensi AI menggeser tenaga kerja kreatif manusia di industri film.

Drama AI China Beyond Wukong (2026).Klip drama AI China Beyond Wukong (2026). Foto: (via Mango TV)
Drama AI China Beyond Wukong (2026).Klip drama AI China Beyond Wukong (2026). Foto: (via Mango TV)

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Li Dongshen selaku sutradara utama Beyond Wukong menegaskan bahwa proses kreatif drama ini tetap sepenuhnya dikendalikan manusia.

Tim penulis naskah manusia merancang seluruh alur cerita, perkembangan karakter, hingga dinamika emosi. Sementara itu, AI difungsikan untuk membantu pembuatan visual dan penataan tata adegan.

"Belum ada model AI untuk film yang bisa menulis naskah sendiri secara mandiri. Seluruh penciptaan tetap digerakkan dan dikendalikan oleh pemikiran serta pertimbangan estetika manusia," ujar Li.

Li tak menampik bahwa keberadaan AI sangat memangkas biaya perbaikan naskah yang biasanya memakan anggaran besar pada produksi film konvensional.

Namun, ia menegaskan AI tetap memiliki keterbatasan karena tidak mampu memberikan penolakan intuitif seperti halnya juru kamera manusia, sehingga perancang tetap harus mengandalkan insting estetika mereka.

Demi menghindari isu hak cipta dan menjaga kualitas seni, tim produksi juga tetap menggunakan pengisi suara manusia serta mempertahankan tim artistik utama.

Pengamat media dari Universitas Normal Nanjing, Zhang Peng, menilai Beyond Wukong menjadi bukti masuknya teknologi AIGC (AI-generated content) dari sekadar video pendek di internet menuju sistem industri televisi arus utama.

Namun, ia mengakui ekspresi mikro karakter buatan AI yang masih kaku serta perkembangan emosi yang terkesan formulatis.

Ia pun menekankan AI memang sanggup membangun kerangka visual yang megah, tetapi belum bisa memahami makna iman, pengorbanan, dan rasa kemanusiaan mendalam yang menjadi roh dari literatur klasik.

[Gambas:Youtube]

(chri)