Dokumenter Oasis Ungkap Momen Awal Liam-Noel Akur setelah 15 Tahun

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 16:00 WIB
Film dokumenter Oasis teranyar, Oasis: Don't Look Back In Anger, menampilkan detik-detik Liam dan Noel Gallagher kembali berdamai. (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film dokumenter Oasis teranyar, Oasis: Don't Look Back In Anger, menampilkan detik-detik Liam dan Noel Gallagher kembali berdamai untuk reuni tur bersejarah mereka pada 2025, Live '25.

Dokumenter yang digarap oleh Steven Knight tersebut ikut menyoroti bagaimana anak-anak abang-adik musisi itu menjadi "perekat" dalam hubungan mereka yang sempat retak selama 15 tahun.

Film yang tayang perdana di Venice Film Festival 2026 pada Sabtu (5/9) tersebut menampilkan proses rekonsiliasi dua bersaudara itu setelah perselisihan yang dimulai dari pertengkaran di belakang panggung pada 2009 di Paris, Prancis.

"Mereka adalah pria dari kalangan kelas pekerja," kata Knight. "Mereka tidak akan menunjukkan emosi, bahkan tidak akan berjabat tangan."

Knight menceritakan momen saat Liam dan Noel tiba di pertemuan pertama mereka dalam 15 tahun guna menjalani latihan menjelang tur Live '25.

Liam disebut langsung menggerutu ke arah pelindung akustik di sekeliling drum: "benda-benda itu membuatku kesal". Liam langsung menyanyikan lagu-lagu dengan gaya khasnya sebelum meninggalkan lokasi tanpa mengucapkan selamat tinggal, atau sepatah kata pun.

Namun begitu anak-anak Liam dan Noel yang sejatinya adalah bersepupu itu bertemu, semuanya berubah.

"Menurut saya, begitu anak-anak mereka mulai terlibat, itulah yang menjadi perekatnya," kata Knight yang juga dikenal sebagai kreator Peaky Blinder tersebut. "Anak-anak mereka pun menjadi teman akrab."

Anak-anak dari abang-adik Gallagher ini sebelumnya tidak saling mengenal, dan baru bertemu saat persiapan tur tersebut. Namun mereka berperan besar dalam memperbaiki hubungan orang tua mereka lewat interaksi alami selayaknya teman.

Hubungan Liam dan Noel Gallagher yang kembali akun juga terlihat saat mereka tiba di Venice Film Festival 2026 dengan perahu. Keduanya sudah dinantikan penggemar di sekitaran venue pada Sabtu (5/9) pagi.

Berdampingan dari atas perahu Liam dan Noel Gallagher melambaikan tangan kepada penggemar dari kejauhan, yang menjadi pelengkap sensasi hangat di tengah cuaca cerah kota Italia tersebut.

Reuni di atas panggung tersebut menuai pujian dan dukungan luar biasa, terutama saat mereka membawakan lagu-lagu hit bernuansa nostalgia era 1990-an.

Film dokumenter ini bertujuan menjelaskan alasan mengapa band rock legendaris yang telah berkiprah selama 30 tahun ini mampu mempertahankan daya tarik yang begitu kuat, melintasi batasan bahasa maupun generasi.

Seperti diberitakan AFP, dokumenter Don't Look Back in Anger jadi bagian dari tren baru yang menguntungkan dan kini diikuti oleh banyak musisi sukses, yakni merilis film tentang tur konser mereka.

Langkah ini memberi kesempatan bagi penggemar, terutama mereka yang tidak kebagian tiket, untuk merasakan pengalaman tur tersebut dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Selain itu, film konser ini menjadi cara alternatif untuk menikmati pertunjukan mereka dengan kenyamanan menonton di bioskop atau layar televisi di rumah.

Film konser Eras Tour dari Taylor Swift pada 2023 berhasil meraup pendapatan kotor sekitar US$260 juta secara global. Di sisi lain, Beyoncé juga merilis film dokumenter pada tahun yang sama dan mencatatkan keuntungan sebesar US$44 juta.

"Menurut saya ini hal yang sangat bagus. Alasan orang mau mendanai proyek seperti ini adalah karena mereka melihat adanya preseden keberhasilan sebelumnya," kata Knight.

Meskipun Oasis dikenal kerap melontarkan kata-kata kasar, film dokumenter mereka kali ini pada dasarnya merupakan hiburan yang menyenangkan dan membangkitkan semangat.

Film yang tayang 11 September 2026 ini juga mengulas secara singkat situasi-situasi berat yang mereka hadapi, seperti perpisahan grup pada 2009 dan masa-masa kelam bagi kedua bersaudara tersebut. Namun di sisi lain, film ini juga memperlihatkan sisi kerentanan mereka.

Salah satunya menggambarkan pergulatan batin dan ketakutan Liam akan melakukan kesalahan, serta keputusannya yang krusial untuk berhenti mengonsumsi alkohol dan rokok selama tur.

Sementara itu, film dokumenter ini juga mengisahkan Noel yang berjuang mengendalikan emosinya saat memulai kembali konser tur setelah lebih dari 15 tahun vakum, tepatnya di Cardiff pada Juli 2025.

(jaz/end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK