Susan Sarandon Dikucilkan Hollywood gegara Bela Palestina: I'm OK

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 05:00 WIB
US actress Susan Sarandon attends the red carpet event before the screening of "The Echo chamber" presented in competition at the 83rd International Venice Film Festival, at Venice Lido on September 6, 2026. (Photo by Stefano Rellandini / AFP)
Aktris Susan Sarandon mengakui sulit mendapatkan tawaran film setelah secara terbuka mendukung Palestina dan mengkritik Israel juga Zionis. (AFP/STEFANO RELLANDINI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktris kawakan Susan Sarandon mengaku sulit mendapatkan tawaran film setelah secara terbuka mendukung Palestina dan mengkritik Israel juga Zionis. Meski begitu, ia tak akan menarik dukungan dan akan tetap bersuara untuk Palestina.

Perempuan 79 tahun itu juga mengatakan, meski diasingkan di Hollywood, ia masih merasa diterima dengan baik di dunia internasional. Salah satunya adalah saat ia disambut dengan hangat di Venice Film Festival 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susan Abigail Sarandon yang lahir pada 4 Oktober 1946 ini dikenal luas sebagai aktris kawakan dengan karier yang membentang lebih dari lima dekade.

Sarandon juga meraih berbagai penghargaan, termasuk Academy Award, Actor Award, dan British Academy Film Award, serta menerima nominasi untuk tujuh Emmy Award, sepuluh Golden Globe, dan satu Grammy Award.

"Saya masih kehilangan kesempatan bermain film belakangan ini karena ada pihak agensi yang terus meminta orang-orang untuk tidak mempekerjakan saya," kata Sarandon dalam konferensi pers film terbarunya, The Echo Chamber, di Venice pada Minggu (6/9).

Pada 2023, pemenang Oscar ini diputus kontraknya oleh agensi UTA setelah melontarkan komentar dalam sebuah unjuk rasa pro-Palestina. Kemudian pada awal 2026, ia juga mengaku dikucilkan oleh industri hiburan karena menyerukan gencatan senjata di Gaza.

"Namun, begitulah struktur kekuasaannya. Di kalangan masyarakat umum-terutama di tingkat internasional-saya merasa diterima dengan baik," kata Sarandon, seperti diberitakan Variety.

"Menurut saya, narasi telah berubah total terkait relevansi sejarah Palestina serta hubungan antara Zionis dengan Amerika dan politik kita. Hal itu menjadi sebuah penemuan besar bagi banyak orang," kata Sarandon.

"Sebelumnya, tidak banyak yang benar-benar paham seberapa besar dana yang dikucurkan Amerika Serikat untuk Israel," lanjutnya.

The Echo Chamber merupakan karya sutradara Italia Andrea Pallaoro dan proses syutingnya dilakukan di Italia serta Belgia. Sarandon membintangi drama romantis yang naskahnya merupakan karya terakhir Bernardo Bertolucci ini bersama Luca Marinelli dan Alicia Vikander.

"Saya berterima kasih kepada Andrea atas hal ini, karena ia tidak mengindahkan peringatan-peringatan tersebut," kata Sarandon.

"Sudah ada perubahan di kalangan masyarakat umum, tapi di industri saya, masih ada posisi-posisi yang dipegang oleh kaum Zionis yang belum melunakkan sikap mereka terhadap saya," lanjutnya. "Meski begitu, saya telah menemukan keluarga dan komunitas saya sendiri, and I'm OK."

Diberitakan Guardian pada Senin (7/9), dukungan kepada Palestina menggema dalam Venice Film Festival 2026.

Para aktivis menyerukan kepada penyelenggara untuk mengibarkan bendera Palestina, sebagai bentuk penghargaan kepada para sutradara Palestina yang menayangkan film mereka di acara tersebut.

Namun hal tersebut sulit dilakukan. Menurut Direktur Artistik Venice Film Festival, Alberto Barbera, Italia tidak secara resmi mengakui negara Palestina. Akan tetapi, beberapa film yang diputar yang menunjukkan perjuangan warga Palestina.

Susan Sarandon memulai debut film dalam Joe (1970) dan sinetron A World Apart (1970-1971). Namanya melambung saat membitangi film horor The Rocky Horror Picture Show (1975).

Sarandon memenangkan Piala Oscar sebagai Best Actress atas perannya sebagai Helen Prejean dalam Dead Man Walking (1995).

Ia juga dikenal membintangi Pretty Baby (1978), The Hunger (1983), The Witches of Eastwick (1987), Bull Durham (1988), Little Women (1994), Stepmom (1998), Enchanted (2007), The Lovely Bones (2009), Cloud Atlas (2012), Tammy (2014), dan The Meddler (2015).

[Gambas:Youtube]

(imf/end)
placeholder