Celine Dion bersiap kembali manggung dengan menggelar konser tunggal di Plenitude Arena, Paris, Prancis pada akhir pekan ini, Sabtu (12/9), setelah menjalani pemulihan akibat gangguan saraf langka Stiff Person Syndrome (SPS).
Sejak hiatus beberapa tahun terakhir, ia melewati proses terapi fisik dan vokal. Sehingga, kembalinya pelantun My Heart Will Go On tersebut menjadi momen perdana baginya untuk tampil penuh dalam 26 jadwal pertunjukan di Paris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AFP pada Kamis (10/9) memberitakan pertunjukan itu terdiri atas 16 pertunjukan sepanjang September hingga Oktober 2026, serta 10 pertunjukan tambahan pada Mei 2027.
Rangkaian konser tersebut sekaligus menandai babak baru bagi diva berusia 58 tahun itu setelah enam tahun absen dari panggung tur dunia.
Perjalanan Dion untuk bisa kembali bernyanyi di hadapan puluhan ribu penonton diraih lewat perjuangan yang tidak mudah.
Sejak didiagnosis mengidap penyakit autoimun langka tersebut pada Desember 2022, ia menggembleng fisiknya layaknya seorang atlet melalui latihan balet, pilates, hingga terapi vokal rutin beberapa kali dalam sepekan.
Penyanyi asal Quebec ini bahkan sempat mengalami kejang otot ekstrem yang sangat menyakitkan hingga meretakkan tulang rusuknya, serta membuat saluran pernapasannya seperti tercekik.
Sebelum akhirnya berani mengumumkan keterbatasannya, Celine Dion rupanya telah menahan gejala penyakit tersebut selama hampir dua dekade.
Ia bahkan sempat nekat mengonsumsi obat penenang Valium dalam dosis tinggi agar tetap mampu tampil di atas panggung, tindakan yang belakangan ia sadari amat membahayakan nyawanya.
Gelombang pembatalan konser pada rentang 2021 hingga 2022 akhirnya memaksa sang diva untuk menyetop seluruh aktivitas panggung dan fokus pada pemulihan.
"Saya akan kembali ke panggung, meskipun harus merangkak. Meskipun saya harus berbicara menggunakan isyarat tangan," ujarnya dengan penuh keberanian saat meyakinkan para penggemar dalam sebuah wawancara dengan NBC pada tahun 2024.
Tekad kuat Dion untuk pulih didorong oleh keberadaan ketiga putranya dari pernikahan bersama mendiang produser musik René Angélil.
Semangat pantang menyerah itu sempat ia tunjukkan saat memberi kejutan lewat penampilan emosional membawakan lagu Hymn to Love di atas Menara Eiffel pada pembukaan Olimpiade Paris 2024 lalu.
Kini, dengan persiapan fisik dan vokal yang kian matang, Celine Dion siap membuktikan kembali keutuhan suara emasnya di hadapan 30 ribu penggemar tanpa lagi harus menyembunyikan rasa sakitnya.
(jaz/chri)
