Pengacara Ruben Onsu Balas Surat Terbuka Sarwendah
Pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, membalas surat terbuka Sarwendah. Minola menjawab satu per satu keberatan mantan istri kliennya itu, mulai dari hak asuh anak, akta 39, doktrin, hingga polemik tes kesehatan.
Dalam video yang diunggah pada Kamis (17/9), Minola menyoroti klaim Sarwendah yang menyatakan tidak pernah membatasi akses pertemuan Ruben dengan kedua anak mereka.
"Klien kami mengatakan bahwa memang kalau tidak pernah ada larangan, mengapa faktanya hingga hari ini klien kami masih belum bisa bertemu dan berkumpul dengan anak-anak," kata Minola.
Terkait dengan koordinasi waktu dan tempat pertemuan yang disebut tidak jelas, Minola juga menyerahkan kembali pada aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya pada Akta 39.
"Di dalam Akta 39 itu jelas ada satu mekanisme terkait dengan masalah waktu anak-anak untuk berkumpul bersama dengan ayahnya. Jadi dikembalikan kepada Akad 39," lanjutnya.
"Bukan dengan cara klien kami menyampaikan waktu dan tempat dan kemudian membawa anak-anak untuk bertemu dengan ayahnya," kata Minola.
"Tapi memang di sini menurut pendapat kami adalah kewajiban Ibu untuk memberikan waktu 2-3 hari kepada ayahnya untuk berkumpul bersama dengan anak-anak," paparnya.
Kemudian terkait dengan klaim Sarwendah bahwa dirinya merasa dituduh oleh pihak Ruben Onsu sudah melakukan doktrin kepada anak-anak mereka. Sarwendah juga meminta ada psikolog independen untuk membuktikan tudingan itu.
"Kami tidak pernah memberikan tunduhan itu kepada Ibu, karena pasti kami akan mengatakan patut diduga ada kekhawatiran yang membuat anak-anak ini dipengaruhi," kata Minola.
"Menurut pendapat kami dan hemat kami dengan klien kami, ini dikembalikan saja kepada KPAI untuk melakukan segala proses yang diperlukan karena memang pihak kami maupun pihak Ibu ini sama-sama sudah membuat laporan dan pengaduan ke KPAI," paparnya.
Minola Sebayang juga menolak anggapan Sarwendah bahwa mereka selalu memberikan "narasi baru" atas pembahasan yang diutarakan Sarwendah. Minola mengatakan pihaknya "hanya meluruskan atas adanya narasi-narasi yang ada di publik."
Minola juga membahas soal potongan video Sarwendah yang emosional saat bertengkar dengan Ruben yang kemudian viral, beberapa waktu lalu. Minola membantah pihaknya sengaja menyebarkan video tanpa konteks utuh.
"Video itu ditunjukkan sebagai bukti bahwa apa yang Ibu katakan itu tidak benar karena Ibu juga memiliki karakter marah. Jadi tidak bicara masalah konteks kalau dari sisi kami," jelasnya.
Sementara itu terkait kontroversi syarat tes kesehatan Ruben sebelum bertemu anak seperti yang diminta Sarwendah, Minola mengatakan hal tersebut tidak pernah ada dalam kesepakatan pascacerai.
"Hal ini tidak pernah diatur dalam Akta 39 dan selama ini ini juga bukan merupakan bagian yang menjadi kewajiban," kata Minola.
"Pertanyaannya dari klien kami, 'Apakah ini juga berlaku untuk ayah kandungnya?' Bagaimana dengan pihak-pihak lain yang tidak memiliki hubungan darah tapi tidak berlaku aturan mengenai masalah memeriksa kesehatan sebelum berinteraksi dengan anak-anak," bebernya.
"Berikutnya mengenai masalah meminta pihak kami, pihak Ruben Onsu, untuk berhenti melakukan framing atau pengiringan opini publik yang berpotensi merusak psikologi anak-anak. Kami harus jawab dan jelaskan, kami tidak pernah berusaha untuk melakukan framing apalagi mengiring opini," kata Minola.
"Karena masyarakat itu sudah memiliki opini yang tidak bisa digiring, tidak bisa dipengaruhi dengan apa yang mereka yakini dari fakta-fakta yang mereka lihat, mereka dengar selama ini," lanjutnya.
Minola kemudian mempertanyakan kembali, terkait framing dan dampaknya ke psikologi anak-anak, soal berbagai pernyataan dari kubu Sarwendah yang dipandang merendahkan marwah Ruben Onsu sebagai ayah.
"Seolah-olah narasinya klien kami itu adalah seorang ayah yang tidak bertanggung jawab, seorang ayah yang berpenyakitan, dan seorang ayah yang memiliki banyak hutang," kata Minola.
"Jadi kalau memang kita ingin setop untuk melakukan perang narasi dalam ruang publik seperti yang saya katakan, jangan membalas pantun, mari kita sama-sama menghormati ruang publik agar tidak melakukan narasi-narasi yang menimbulkan narasi baru."
Permasalahan ini sesungguhnya dimulai dari Ruben Onsu yang merasa sulit untuk bertemu anak-anak setelah resmi bercerai dari Sarwendah sejak 24 September 2024. Ruben kemudian ajukan gugatan hak asuh anak ke PN Jakarta Selatan 1 Juli.
Namun, permasalahan tersebut melebar ke banyak aspek, terutama setelah mediasi gagal.
Kegagalan mencapai titik temu terkait hak asuh dan akses pertemuan dengan anak-anak mereka dipicu sejumlah persoalan, mulai dari urusan finansial hingga kesehatan yang disoroti masing-masing pihak.
Terkait rumor mengenai kondisi kesehatan Ruben, Minola sebelumnya merespons dokumen pemeriksaan kesehatan yang beredar. Saat ditanya mengenai perbedaan tanggal lahir dalam dokumen tersebut, ia menegaskan hanya menunjukkan dokumen yang diberikan Ruben kepadanya.
(end)