Radio Irlandia Mulai Ogah Putar Lagu Ed Sheeran
Stasiun radio asal Irlandia, Classic Hits Radio, mengambil langkah tegas dengan menghentikan pemutaran atau boikot lagu-lagu milik Ed Sheeran hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Keputusan tersebut diambil menyusul gelombang protes pendengar terkait kontroversi pencoretan Macklemore, musisi pembuka berpandangan pro-Palestina di tur AS sang penyanyi.
Lihat Juga : |
Keputusan boikot pemutaran musik pelantun Shape of You tersebut dipicu respons publik yang mengecam langkah promotor memecat rapper Macklemore dari rangkaian Loop Tour.
Macklemore resmi didepak dari tur Ed Sheeran setelah dua kali menyuarakan dukungan bagi masyarakat Gaza dan Tembok Barat saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey pada awal September 2026.
Dave Kelly selaku Direktur Program Grup Bay Broadcasting Classic Hits Radio menegaskan langkah ini diambil murni demi merespons aspirasi para pendengarnya serta bentuk komitmen atas nilai-nilai kemanusiaan.
"Keputusan kami untuk menghapus musik Ed Sheeran dari daftar putar Classic Hits Radio telah dipertimbangkan secara matang. Ini bukan bentuk penilaian personal terhadap Ed Sheeran," ujar Dave Kelly.
"Namun sebagai stasiun radio independen milik Irlandia, kami percaya penting untuk mendengarkan audiens kami dan berdiri bersama para seniman Irlandia yang mengambil keputusan profesional berdasarkan keyakinan mereka."
"Posisi kami sederhana: kami percaya pada perdamaian, kemanusiaan, dan rasa hormat," lanjutnya seperti diberitakan Irish Independent pada Kamis (17/9).
Keputusan pencoretan Macklemore kian meruncing setelah sang rapper membeberkan bahwa pemilik Stadion Gillette di Massachusetts, Robert Kraft, sempat menghubungi pihak Sheeran dan mengancam membatalkan jadwal konser jika dirinya tetap tampil.
Langkah tersebut memicu aksi solidaritas susulan dari seluruh musisi pembuka tur Sheeran yang memilih mundur massal.
Sementara itu, Ed Sheeran sempat mengklarifikasi lewat media sosial bahwa keputusan mendepak Macklemore berada sepenuhnya di tangan promotor dan pemilik venue.
Dalam pernyataan tertulis yang dibuat setelah situasi panas itu, Ed Sheeran juga menegaskan dirinya tidak terlibat langsung serta prihatin atas konflik yang terjadi di Palestina.
Menyusul situasi tersebut, Ed Sheeran kelabakan mencari musisi pembuka (opening act) baru untuk rangkaian Loop Tour setelah semua artis pendukungnya kompak mengundurkan diri.
Situasi krisis itu mendorong tim Ed Sheeran menggelar kompetisi bertajuk Open for Legends yang merupakan bentuk kerja sama dengan Guitar Center sejak Senin (14/9), demi menjaring musisi amatir independen.
Namun, seperti diberitakan Entertainment Weekly pada Rabu (16/9), bukannya mendapatkan kandidat pengganti, situs resmi pendaftaran kompetisi tersebut justru berantakan usai dibanjiri aksi sabotase netizen.
Platform unggahan video persaingan itu diserbu ribuan unggahan meme, konten lelucon, hingga pesan-pesan protes yang menyuarakan dukungan untuk Palestina dan mengecam sikap Ed Sheeran.
(chri)