China Raup Rp264 T dari 430 Ribu Drama Mikro Tahun Ini

CNN Indonesia
Minggu, 20 Sep 2026 04:02 WIB
Microdrama China cata rekor lonjakan spektakuler tahun ini dengan jumlah pengguna tembus 800 juta orang, dengan nilai setara Rp264,37 triliun. (DramaBox)
Jakarta, CNN Indonesia --

Industri microdrama China mencatatkan rekor lonjakan spektakuler tahun ini dengan jumlah penggunanya menembus angka 800 juta orang, dengan nilai mencapai lebih dari 100 miliar yuan atau Rp264,37 triliun (1RMB=Rp2.643,74).

Pertumbuhan masif ini tercermin dari volume produksi yang meroket tajam sepanjang delapan bulan pertama 2026. China tercatat telah meluncurkan 430 ribu judul drama mikro atau melonjak 13 kali lipat dibandingkan akumulasi 2025.

Kantor berita Global Times pada Kamis (17/9) memberitakan dari rilisan-rilisan tersebut, lebih dari 90 persen dari ratusan ribu judul anyar tersebut diproduksi mengandalkan efisiensi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ledakan produksi berbasis AI ini dinilai para pelaku industri lokal sebagai pergeseran peta konten yang tak lagi bisa dibendung.

Sutradara Fu Weiwei menggambarkan transisi dari sinematografi tradisional menuju era AI bersifat permanen, layaknya fenomena kehadiran bioskop yang dulu menggeser seni teater atau internet yang menggerus eksistensi siaran televisi.

[Gambas:Video CNN]

Pemanfaatan model AI generator video lokal kini sanggup memangkas biaya operasional dan mempercepat proses pra-produksi secara drastis tanpa perlu menggelar syuting lokasi yang mahal.

Namun, lonjakan ekspansif ini memicu kewaspadaan dari otoritas penyiaran Tiongkok (NRTA).

Direktur Departemen Manajemen Program Audio Visual Online NRTA, Wang Xiaoliang, mengingatkan bahwa derasnya gempuran konten AI tetap menuntut kontrol kualitas dan perlindungan hak cipta yang ketat.

Pemerintah China turut menggariskan aturan main lewat kewajiban pelabelan transparan pada karya buatan AI serta izin atas penggunaan wajah dan suara, sembari menertibkan sedikitnya 68 ribu judul drama mikro yang dinilai melanggar regulasi sepanjang 2026.

Tak cuma mendominasi pasar domestik, rekor pertumbuhan drama mikro ini juga dimanfaatkan otoritas setempat sebagai amunisi baru diplomasi budaya ke panggung internasional.

Dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), pemerintah Tiongkok siap memfasilitasi ekspansi platform digital dan konten audio visual lokal agar mampu menembus serta memikat audiens global secara lebih terstruktur.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK