Kronologi Macklemore Bela Palestina hingga Ed Sheeran Diboikot

CNN Indonesia
Sabtu, 19 Sep 2026 12:28 WIB
Konser Loop Tour yang digelar Ed Sheeran di Amerika Serikat menuai kontroversi setelah Macklemore didepak gegara melakukan aski bela Palestina. (AFP/Angela Weiss)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konser Loop Tour yang digelar Ed Sheeran di Amerika Serikat menuai kontroversi setelah Macklemore didepak gegara melakukan aski bela Palestina yang merembet hingga aksi boikot kepada Ed Sheeran.

Keputusan ini berbuntut panjang setelah sejumlah musisi pendukung lainnya turut mengundurkan diri dan gelombang perdebatan tentang kebebasan berpendapat di panggung musik mengemuka.

Berikut kronologi Macklemore didepak dari tur Ed Sheeran hingga muncul boikot.

Semuanya bermula ketika Macklemore menggelar pertunjukan pertamanya di MetLife Stadium, New Jersey pada Jumat (4/9). Di atas panggung, ia membawakan lagu protesnya "Hind's Hall" dan menyuarakan dukungan terbuka bagi warga Palestina.

"Salah satu alasan utama mengapa saya ingin melakukan tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat berarti bagi saya: Bebaskan Palestina," ujar Macklemore kepada penonton seperti diberitakan Billboard.

Sehari berselang, pada malam kedua di tempat yang sama, ia kembali menegaskan posisinya.

"Kepada semua saudara dan saudari Yahudi saya: Kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukanlah kritik terhadap kalian," katanya.

Situasi dengan cepat memanas setelah Macklemore secara terbuka menyuarakan dukungannya untuk Palestina di atas panggung tersebut.

Israeli-American Council (IAC) melayangkan petisi yang menuntut agar Macklemore dicopot pada Minggu (6/9). IAC menilai sang rapper menggunakan panggung global untuk mempromosikan agenda politik yang sepihak.

Macklemore sempat membalas melalui media sosial dengan menulis, "Keinginan agar semua manusia diperlakukan setara seharusnya tidak pernah menjadi kontroversi."

Kemudian, tekanan publik terus meningkat hingga melibatkan penyanyi Pink yang turut mengomentari polemik tersebut lewat pernyataan panjang di Instagram.

Puncak dari kisruh ini terjadi pada Senin (14/9), di mana Messina Touring Group selaku promotor mengumumkan bahwa Macklemore resmi dicopot dari sisa jadwal tur. Hal itu dilakukan setelah pihak venue mengancam akan membatalkan konser jika sang rapper tetap tampil.

Pencoretan ini memicu reaksi keras dari Macklemore yang mengkritik pendekatan netral sahabatnya Ed Sheeran.

"Tidak ada posisi netral di antara penindas dan yang tertindas," tegas Macklemore.

Ia juga menyebut bahwa keputusan tersebut turut ditekan oleh pemilik Gillette Stadium Robert Kraft.

Di sisi lain, Kraft membela keputusannya dengan menyatakan bahwa retorika Macklemore telah melampaui batas dan menyakitkan bagi komunitas Yahudi.

Ed Sheeran akhirnya angkat bicara untuk meluruskan fakta pada Selasa (15/9). Pelantun "Shape of You" itu menjelaskan bahwa keputusan pihak venue dan promotor sudah final.

"Saya menghormati tekad kuat Macklemore untuk bersuara dan memperjuangkan apa yang ia yakini," ucap Ed Sheeran.

Namun, ia memilih jalur diplomasi untuk menjaga agar ruang konsernya tetap aman. Kendati demikian, langkah Ed Sheeran dan pihak stadion justru memicu aksi boikot susulan dari para musisi pendukung.

Dalam hitungan jam setelah pernyataan itu, sejumlah musisi, yakni Aaron Rowe, Finneas, Lukas Graham, hingga band Beoga kompak menyatakan mundur dari sisa tur Loop.

Finneas menulis "Saya mendukung Palestina dan rakyatnya."

Sementara itu, Lukas Graham menegaskan, "Kita seharusnya bisa berbicara tentang perang, tentang warga sipil yang tewas, tentang anak-anak yang berhak tumbuh dewasa."

Merespons polemik yang kian melebar, Macklemore mengumumkan ia mendonasikan seluruh penghasilan turnya sebesar US$1 juta atau setara Rp17,81 miliar kepada organisasi kemanusiaan untuk warga Palestina pada Rabu (16/9).

Selain itu, ia juga menantang Robert Kraft untuk menyamai donasi tersebut.

Tidak lama kemudian, Kraft mengonfirmasi bahwa Ed Sheeran telah menghubunginya untuk bersama-sama berkomitmen menyumbangkan total US$2 juta atau senilai Rp35,62 miliar untuk mengatasi krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

(fln/end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK