Ed Sheeran Akhirnya Buka Suara soal Gaza Usai Macklemore Didepak
Ed Sheeran buka suara terkait situasi di Gaza dalam konser pertamanya setelah rapper Macklemore didepak dari rangkaian Loop Tour dan sejumlah musisi pembuka lainnya ikut mundur.
Saat membuka penampilannya di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (19/9) waktu setempat, Sheeran menyebut kondisi yang terjadi di Gaza sebagai "bencana dan tidak dapat dibenarkan".
"Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, termasuk nyawa anak-anak," kata Sheeran seperti diberitakan People, Sabtu (19/9).
"Ketidakadilan sistemik yang kita lihat terjadi di Tepi Barat tidak bisa diabaikan," lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah polemik pencopotan Macklemore dari tur setelah rapper tersebut menyuarakan dukungan untuk Palestina.
Sheeran mengatakan dirinya telah berbicara dengan "orang-orang dari berbagai sisi" untuk mencari tahu bagaimana memberikan kontribusi yang dapat membantu para korban dalam situasi tersebut.
Ia juga mengaku masih mendengarkan dan belajar karena merasa belum cukup mengetahui persoalan yang terjadi.
"Saya tidak cukup tahu," ujar Sheeran.
Pelantun Shape of You itu kemudian mengatakan dirinya bersyukur para penonton tetap hadir dalam konser tersebut.
"Konser ini tetap menjadi tempat di mana semua orang diterima, dan semua orang di sini bisa berdiri bersama orang-orang yang memiliki pandangan berbeda, dan semua orang di sini bisa berdiri bersama orang-orang yang tidak mereka setujui dalam segala hal, tetapi mereka semua bisa sepakat untuk menyanyikan lagu-lagu ini," katanya sebelum memulai penampilannya.
Macklemore dikeluarkan dari Loop Tour setelah menyampaikan dukungan untuk Palestina dalam penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September.
Keputusan tersebut kemudian memicu keluarnya sejumlah musisi pembuka dari tur. Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, serta band pendamping Sheeran, Beoga, ikut mundur setelah Macklemore didepak.
Sebelumnya, Ed Sheeran sendiri menegaskan dirinya tidak terlibat langsung dalam keputusan pemecatan tersebut dan berupaya menjaga panggung musiknya tetap menjadi ruang netral.
Pencoretan Macklemore oleh promotor Messina Touring Group sebelumnya memicu gelombang kritik dari publik hingga eskalasi di lapangan.
Langkah pencoretan itu makin terdesak setelah pemilik Stadion Gillette di Massachusetts, miliarder Robert Kraft, secara terbuka mengancam akan membatalkan konser Sheeran jika Macklemore tetap dibiarkan tampil di venue miliknya.
Kraft bergeming bahwa keputusannya melarang Macklemore didasari atas rekam jejak retorika yang dinilainya melukai komunitas Yahudi.
Tekanan masif dari pemilik venue seperti Kraft diakui Sheeran menjadi pemicu utama promotor mengeliminasi Macklemore dari daftar penampil.
Sementara itu, Macklemore mengatakan dirinya dan Sheeran telah melakukan sejumlah percakapan sulit terkait persoalan tersebut. Ia menyebut keduanya memiliki perbedaan pandangan mendasar meski tetap saling menghormati.
Macklemore juga mengumumkan rencana menyumbangkan US$1 juta dari penghasilannya selama tur kepada sejumlah organisasi yang mendukung masyarakat Palestina.
(van/isn)