Taka ONE OK ROCK Tuai Kritik Imbas Bela Ed Sheeran

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 09:32 WIB
Taka ONE OK ROCK dikritik setelah mendukung Ed Sheeran di tengah polemik pencoretan Macklemore dari Loop Tour karena bela Palestina. (Tangkapan layar Instagram @10969taka)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vokalis ONE OK ROCK, Takahiro Moriuchi alias Taka, menuai gelombang kritik keras dari publik dan penggemar setelah menyampaikan dukungan terbuka kepada Ed Sheeran di tengah polemik panas pencoretan rapper Macklemore dari Loop Tour.

Kritik tajam memuncak setelah Taka memberikan komentar pada unggahan pernyataan Ed Sheeran usai penampilannya di Philadelphia akhir pekan lalu (19/9).

Dalam komentarnya, Taka memuji keberanian pelantun Shape of You tersebut dalam menghadapi situasi sulit di atas panggung.

"Ed, itu butuh keberanian. Bagiku, kamu adalah cermin. Penghormatan setinggi-tingginya," tulis Taka.

Sikap Taka tersebut seketika memicu reaksi negatif dari sebagian besar penggemarnya.

Warganet menilai tindakan Taka menunjukkan ketidakpekaan terhadap isu kemanusiaan di Palestina yang disuarakan oleh Macklemore, serta terkesan memaklumi langkah promotor yang mendepak sang rapper.

[Gambas:Video CNN]

Merespons riak kekecewaan yang meluas, Taka sempat menyampaikan permohonan maaf awal dan menegaskan bahwa aksinya didasari oleh empati personal sebagai seorang sahabat.

"Jika saya menyebabkan kesalahpahaman, saya minta maaf kepada semuanya. Saya hanya tidak bisa tinggal diam melihat seorang teman berada dalam situasi seperti itu," ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Taka lantas merilis pernyataan tertulis yang lebih panjang melalui Instagram Story untuk meluruskan posisinya.

Ia menegaskan sikap dasarnya yang menolak segala bentuk peperangan serta kekerasan terhadap warga sipil dan anak-anak, sekaligus menjelaskan alasannya membela Sheeran.

"Saya bersuara tentang Ed bukan untuk mendukung satu sikap politik tertentu. Saya adalah temannya. Melihat teman saya berada dalam situasi yang sangat sulit dan berusaha menjelaskan dirinya dengan kata-katanya sendiri, saya tidak bisa tinggal diam," tulis Taka.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tetap menghormati hak Macklemore dalam menyuarakan pandangan politiknya, sebagaimana ia menghargai keputusan dan beban tanggung jawab yang dihitung oleh Sheeran.

Taka mengaku prihatin melihat publik justru saling serang dan menghakimi satu sama lain hanya karena perbedaan perspektif dalam menyikapi konflik tersebut.

Pernyataan tersebut tetap berujung pada kritik lebih masif kepada Taka. Mereka menekankan bahwa situasi yang terjadi di Palestina adalah soal genosida.

"Tidak masalah sama sekali kalau punya pendapat berbeda soal mint choco atau nanas di pizza, tapi ini soal genosida, Takahiro Moriuchi, ya ampun," tulis netizen yang gregetan.

"Saya harap dia berhenti mengulang-ulang bahwa Ed adalah temannya, karena itu bukan argumen terbaik untuk menyelamatkan situasi Tolong gunakan suaramu untuk bersuara demi #FreePalestine dengan semangat yang sama," tulis warganet yang lain.

"Mereka membunuh orang-orang tak berdosa yang tidak punya cara untuk membela diri. Bahkan perang pun memiliki aturan dan etika. Namun, tindakan mereka adalah upaya brutal untuk memusnahkan suatu kelompok etnis. Itu namanya genosida, kawan," komentar netizen.

"Pernyataanmu sangat samar. Dalam situasi ini, kamu mengaku tidak memihak pihak mana pun, padahal jelas-jelas kamu sedang membela temanmu. Matiin aja hapemu karena semakin kamu berusaha membela diri dan terus mengetik, keadaan justru akan semakin parah," timpalnya.

"Rakyat Palestina telah menghadapi genosida beberapa dekade, seorang pria pengecut berambut merah diboikot karena dia mengecewakan temannya yang berbicara tentang genosida tersebut bukanlah apa-apa, dia harus menghadapinya sendiri dan Taka seharusnya benar-benar diam saja," tulis yang lain.

Permasalahan ini bermula setelah Ed Sheeran memberi tahu Macklemore, temannya dalam 13 tahun terakhir, tak lagi menjadi opening act rangkaian Loop Tour konsernya di AS.

Ed Sheeran mengaku mendapat tekanan dari banyak pihak, terutama Robert Kraft, selaku pemilik salah satu stadion tempatnya konser setelah Macklemore menyuarakan dukungan terhadap Palestina, warga Gaza, dan Tepi Barat.

Pendepakan Macklemore berujung pada kompaknya seluruh artis yang terpilih menjadi opening act mundur dari rangkaian tur Ed Sheeran. Fineas hingga band Beoga juga menekankan posisi mereka mendukung kemanusiaan dan Palestina.

Situasi tersebut membuat konser Ed Sheeran di Philadelphia pada 19 September berlangsung tanpa opening act. Di atas panggung, Ed Sheeran buka suara bak seperti membaca prompt yang tersedia.

"Saya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, tapi situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia," ujar Sheeran.

Ia kemudian memilih menggambarkan serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa yang "mengerikan" dan menyebut situasi di Gaza sebagai hal yang "tidak dapat dibenarkan."

Penyanyi itu menyatakan keputusan membatalkan penampilan Macklemore diambil pihak promotor, bukan dirinya. Kontroversi ini berdampak pada penurunan harga tiket dan angka penjualan untuk sisa rangkaian tur "Loop Tour" miliknya di Amerika Serikat.

Sheeran mengatakan kepada penonton bahwa meskipun ia terbiasa menghadapi kritik terkait musiknya, minggu ini, kritik yang muncul berkaitan dengan hal yang jauh lebih penting.

"Saya harus mengambil keputusan-keputusan sulit-dan saya pun melakukan kesalahan-dan saya sungguh, sungguh memohon maaf."

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK