Pro-Palestina Siap Demo Konser Ed Sheeran di Stadion Robert Kraft
Konser Ed Sheeran akhir pekan ini, Sabtu (26/9), diperkirakan kembali diramaikan aksi unjuk rasa pro-Palestina menyusul kontroversi pencoretan rapper Macklemore dari jajaran penampil tur.
Unjuk rasa akhir pekan ini, seperti diberitakan TMZ pada Senin (21/9), diperkirakan lebih besar dari akhir pekan lalu di Philadelphia karena Ed Sheeran akan konser di Gillette Stadium milik pengusaha Yahudi AS Robert Kraft.
Aksi demonstrasi mendatang digalang organisasi Massachusetts Peace Action (MAPA). MAPA menegaskan aksi itu bentuk perlawanan terhadap praktik sensor dari kalangan miliarder serta penolakan atas tragedi kemanusiaan di Palestina.
Gelombang penolakan publik ini dipicu langkah tegas pengelola acara yang mencoret Macklemore setelah melontarkan seruan "Free Palestine" di panggung MetLife Stadium awal September 2026.
Keputusan tersebut memicu aksi simpati susulan dari deretan musisi pembuka lain, seperti Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga Beoga, yang memilih mengundurkan diri secara sukarela sebagai bentuk solidaritas.
Merespons memanasnya penolakan publik, Ed Sheeran sempat angkat bicara secara terbuka saat tampil solo di panggung Philadelphia pada Sabtu (21/9).
Ia mengaku situasi yang dialami dalam sepekan terakhir menjadi waktu terburuk dalam hidupnya, dan melanjutkan dengan menyinggung peristiwa 7 Oktober 2023.
Penyanyi asal Inggris itu menyampaikan permohonan maaf atas kekusutan situasi dan mengaku berada dalam posisi serba salah di tengah perdebatan sengit mengenai kebebasan berpendapat.
"Saya sangat khawatir dengan gagasan tentang pihak pengelola venue yang menyaring terlebih dahulu materi dari para penampil," tutur Sheeran, menyindir polemik pembatasan ekspresi yang menyeret nama Robert Kraft.
Di akhir pernyataannya, Sheeran turut menyampaikan kepedihan mendalam atas jatuhnya ribuan korban jiwa sipil yang ia sebut berada di kawasan konflik.
"Hati saya hancur melihat skala kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak. Ketidakadilan sistemis yang kita lihat terjadi di Tepi Barat tidak bisa diabaikan begitu saja," tegasnya.
(chri)