Addie MS dan Memes Kenang Peran Besar Guruh Soekarnoputra
Pasangan musisi Addie MS dan Memes mengenang rekam jejak, peran, serta kedekatan emosional mereka dengan Guruh Soekarnoputra yang telah meninggal dunia pada Sabtu (26/9) saat berusia 73 tahun.
Bagi keduanya, sosok sang maestro bukan sekadar pembuka jalan di industri musik dan seni pertunjukan, melainkan juga saksi bisu perjalanan asmara mereka semasa remaja.
Guruh Soekarnoputra disemayamkan di kediaman pribadinya kawasan Sriwijaya. Rumah bersejarah di Jalan Sriwijaya itu pula yang menyimpan kenangan manis hubungan Addie dan Memes.
Memes menghabiskan masa remajanya di tempat yang kini menjadi bangunan cagar budaya. Di sana, ia belajar menari, menata rias wajah, hingga membiasakan diri mengenakan kebaya dan konde sebelum tampil di panggung pergelaran.
"Jadi saya boleh dibilang suka ngapel, pacaran, waktu pacaran itu jaman dulu itu, tahun '82 ya? Itu di sini. Saya ke sini jemput Memes habis latihan, habis itu baru kita dating gitu ya," kenang Addie MS, Sabtu (26/9).
"Jadi tempat jemput pacaran di sini nih."
"Ini masa remaja kami nih. Rumah ini sudah menjadi cagar budaya ya sekarang ya. Jadi ya sangat bernostalgia banget kami di sini," timpal Memes.
Addie MS juga menceritakan awal mula interaksinya dengan Guruh terjadi sekitar tahun 1979, saat ia masih duduk di bangku kelas 3 SMA.
Kala itu, Guruh secara mengejutkan mengajak Addie yang masih awam untuk menggarap musik Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra pertama. Ia pun sempat menolak sehingga diserahkan kepada Elfa Secioria dan Candra Darusman.
Addie baru memberanikan diri terlibat pada pergelaran kedua bertajuk Cinta Indonesia, menggarap aransemen sejumlah lagu seperti Aji Mumpung dan Kesenian.
Kepercayaan Guruh itu berlanjut hingga 1984, ketika Addie dipercaya meramu aransemen lagu ciptaan Guruh berjudul Sendiri yang dibawakan almarhum Chrisye.
Sementara itu, Memes sempat menimba ilmu kesenian dan kedisiplinan langsung dari Guruh usai bergabung dengan Swara Maharddhika angkatan ke-9 pada 1980.
Di luar kenangan personal, keduanya menyoroti konsistensi Guruh dalam menanamkan semangat keindonesiaan, etika, serta kebanggaan berbusana adat kepada para murid dan juniornya.
"Satu tokoh musik saat itu yang bukan hanya saya kagumi karena musikalitasnya, tetapi semangat keindonesiaan
Yang selalu bicara soal batik, soal adab, etika, Indonesia, yang selalu mengingatkan itu," kata Addie MS.
Memes kemudian mengungkapkan bahwa pertemuan tatap muka terakhirnya dengan Guruh terjadi pada Juni lalu bersama rekan-rekan alumni Swara Maharddhika.
Lihat Juga : |
Meski sudah mengetahui kondisi kesehatan Guruh yang menurun hingga sempat dirawat di rumah sakit dua minggu sebelum dinyatakan meninggal dunia pada 26 September.
"Memang sudah tahu sih Mas Guruh sudah sakit, tapi kami kan harus menjaga ya privasinya beliau," kata Memes.
"Cuma ya terkejut juga Mas Guruh secepat itu
meninggalkan kita, karena meninggalkan legasi yang luar biasa banyak ya."