Aktor kawakan Hollywood, Sylvester Stallone, membeberkan perjuangan ekstrem dan dampak buruk yang dialaminya demi membentuk tubuh kekar ideal saat membintangi waralaba film Rocky.
Dalam wawancara dengan New York Times untuk mempromosikan memoar terbarunya bertajuk The Steps, aktor yang populer lewat peran Rambo tersebut mengaku sempat mengidap gangguan makan bulimia hingga ketergantungan obat pemacu peningkat massa otot atau steroid.
Stallone mengungkapkan bahwa bentuk tubuh berotot yang ia bangun pada era keemasan Rocky berfungsi sebagai "baju zirah" pelindung dirinya. Ia berniat merancang bentuk tubuhnya seperti macan tutul yang lincah dan agresif, bukan sekadar bertubuh besar seperti Arnold Schwarzenegger.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, obsesi terhadap bentuk tubuh tersebut justru berubah menjadi gangguan psikologis yang merusak kondisi kesehatannya.
"Bentuk tubuh itu menjadi obsesi yang sangat buruk. Saya sampai pada titik di mana saya mengidap bulimia. Kadar lemak tubuh saya turun hingga 2,6 persen saat menggarap Rocky III, dan saya tidak bisa menahan makanan apapun di dalam perut," ungkap Stallone, seperti dilansir Film-News.co.uk.
Ia mengaku sengaja tidak ingin membiarkan makanan bertahan di dalam tubuhnya karena obsesi ekstrem untuk mempertahankan kadar lemak yang amat rendah. Menurutnya, obsesi penyembahan tubuh secara berlebihan tersebut berujung fatal.
Saat ditanya mengenai penggunaan obat-obatan terlarang atau steroid untuk mencapai bentuk tubuh impiannya, Stallone secara terbuka membenarkan praktik berbahaya tersebut.
"Ya Tuhan, tentu saja Anda harus menggunakannya. Anda melakukannya dengan cara tertentu, enam minggu pakai, enam minggu jeda. Orang-orang sering bilang 'Oh, Anda tidak bisa mendapatkan tubuh seperti itu secara alami.' Memang tidak bisa. Tapi hal itu menimbulkan dampak yang sangat buruk," terangnya.
Stallone menegaskan bahwa tidak ada aktor atau atlet yang dapat mencapai bentuk fisik ekstrem tersebut tanpa bantuan bahan tambahan kimia atau obat-obatan.
Akibat dari penyalahgunaan obat dan latihan fisik di luar batas kemampuannya, aktor berusia 80 tahun ini harus menanggung kerusakan fisik jangka panjang pada tubuhnya.
"Saya telah menyiksa tubuh saya sendiri. Saya sudah menjalani sembilan kali operasi punggung, dua kali operasi bahu, dan tiga kali penyambungan tulang leher. Semuanya kini hanya ditahan oleh kawat, namun saya tetap ingin berada dalam kondisi fisik yang baik," tutur Stallone.
(wiw)