Tetap Manggung, Fiersa Besari Cemaskan Istri yang Naik Gunung Himalaya

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 11:30 WIB
Istri Fiersa Besari terjebak cuaca buruk dalam pendakian di Himalaya.
Ilustrasi. Fiersa Besari curhat dirinya manggung di Pestapora Day 1 sembari mengkhawatirkan sang istri yang terjebak cuaca buruk gunung Himalaya. (Instagram @fiersabesari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengisi panggung Pestapora Day 1, penyanyi Fiersa Besari rupanya tampil sembari mengkhawatirkan sang istri. Istri Fiersa Besari naik gunung Himalaya dan sempat hilang sinyal akibat cuaca buruk.

Dalam unggahan Reels Instagram, Fiersa curhat dirinya tampil di Pestapora Day 1, Jumat (25/9), sambil menjaga anaknya, Kinasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Manggung d Pestapora kali ini harus sambil jaga anak. Ibunya Kinasih sedang mendaki gunung di Himalaya dan posisi terakhir, timnya terjebak cuaca buruk," tulisnya dalam video.

"Sedang khawatir, tapi harus profesional. Langsung modde panggung."

Istri Fiersa Besari naik gunung Himalaya

Pada Minggu (27/9), Fiersa curhat lewat Instagram Story tentang kondisi sang istri, Siti Aqia Nurfadla. Dia mengaku intens berkomunikasi dengan Aqia.

Sebelum hilang sinyal, tulis Fiersa, Aqia sempat berkabar bahwa jalur pendakian menuju Annapurna Circuit ditutup akibat cuaca buruk. Dia pun mengecek pemberitaan di media massa, hal tersebut memang benar.

Fiersa melanjutkan Aqia dan timnya tidak bisa melanjutkan perjalanan atau pulang mungkin setidaknya sampai 28 September 2026.

"Tapi sejauh ini belum ada yang perlu dikhawatirkan. Saya masih berkomunikasi dengan Afri, pemandu tim, yang menggunakan telepon satelit. Doanya ya kawan-kawan. Terima kasih," tulisnya.

Istri Fiersa Besari naik gunung Himalaya. Fiersa mengunggah tangkapan layar komunikasi keduanya. Aqia tetap berupaya berkomunikasi dengannya lewat pesan teks dan panggilan video meski terputus-putus.

Dunia pendakian bukan hal baru buat keduanya. Namun kekhawatiran Fiersa bukan tanpa alasan. Dia menuliskan bahwa yang membuatnya khawatir adalah ketika sang istri dan tim turun gunung.

Himalaya sedang rawan banjir dan tanah longsor. Pun sempat ada kabar sebanyak 10 orang hilang usai longsor salju puncak gunung Himlung Himal, Distrik Manang, Nepal bagian barat.

Di wilayah lain, satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya hilang saat tanah longsor menerjang pemukiman di Distrik Palpa, Minggu (27/9). Kemudian banjir melanda pemukiman di sekitar Sungai Kaligandaki, Distrik Parbat.

"Kalau tidak jadi naik, berarti harus kembali ke Chame. Kalau jadi naik, saya hanya berharap Muktinath lebih aman untuk dilalui," pungkasnya.

(els)
placeholder