Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Film horor mister thriller Indonesia garapan Hanung Bramantyo ini dibintangi oleh Baskara Mahendra.
Film Lobang Buaya mengisahkan serangkaian kasus pembunuhan berantai yang menjadi teror dan menambah kekacauan dan fitnah yang terjadi di masyarakat akibat gejolak politik.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sinopsis film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah.
Pada 1964, Desa Lobang Buaya di Jakarta digegerkan dengan sejumlah kasus temuan jenazah. Jenazah-jenazah yang ditemukan itu berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Jenazah tersebut berada dalam kondisi punggung berlubang, dan ada sejumlah tulisan seperti "Tamak", "Lamis", hingga "Maruk" yang diukir di dahi para jenazah.
Temuan-temuan tersebut menambah situasi Jakarta jadi makin tegang. Apalagi kala itu, situasi gesekan sosial dan politik memanas seiring dengan penolakan dan perkembangan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Berbagai desas-desus dan rumor pun bertebaran di masyarakat kala itu yang membuat situasi menjadi makin tidak kondusif.
Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) kemudian ditugaskan untuk membantu polisi mengusut kasus temuan jenazah di Desa Lobang Buaya tersebut.
Namun di tengah penyelidikan, sejumlah saksi mengaku melihat ada penampakan setan perempuan dengan punggung berlubang sebelum penemuan mayat-mayat itu.
Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Film horor mister thriller Indonesia ini dibintangi oleh Baskara Mahendra. Foto: (dok. Adhya Pictures/Dapur Films via YouTube) |
Soegeng memilih tak percaya dengan cerita mistis itu. Yang ia pahami, kasus temuan mayat itu bukan kerjaan sembarang orang. Apalagi kejadian teror itu selalu terjadi pada tanggal 30 di tiap bulannya.
Pada saat yang sama, istri baru sang Letnan bernama Arum Wangi (Carissa Perusset), diteror arwah perempuan yang terus menuntut dan terus memanggil Arum dengan "ronggeng".
Soegeng menyadari bahwa teror di rumahnya bukanlah peristiwa terpisah, melainkan bagian dari sebuah ritual gelap yang sengaja dirancang untuk menabur ketakutan dan mengubah arah sejarah.
Di antara gejolak sosial, politik, dan teror mistis di luar nalar, Soegeng semakin terdesak untuk mengungkap pelaku pembunuhan berantai tersebut sebelum semuanya semakin parah.
Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah digarap oleh Hanung Bramantyo berdasarkan naskah yang ia tulis bersama Haqi Achmad. Film ini adalah film horor ketiga Hanung Bramantyo dalam sejarah kariernya yang panjang, dan film bernuansa horor keduanya berduet dengan Haqi setelah Trinil: Kembalikan Tubuhku (2024).
Menurut Hanung, dirinya membuat film ini dengan tujuan agar anak muda tidak melupakan sejarah Indonesia, terutama yang terjadi pada 1965 yang dikenal sebagai sejarah kelam negara itu.
"Film sejarah itu sepi penonton, sehingga saya mengangkat tema 1965 karena film sejarah belum banyak menarik perhatian penonton muda, padahal sebagian besar penonton bioskop saat ini berasal dari kalangan anak muda," kata Hanung seperti diberitakan Antara pada 21 September 2026.
"Anak muda jangan sampai melupakan sebuah tragedi besar di tahun 1965 karena peristiwa saat itu tidak semata-mata berkaitan dengan peristiwa penculikan dan pembunuhan sejumlah jenderal di Jakarta, namun ada peristiwa konflik politik dan ideologi juga terjadi di Jatim," tuturnya di Jember, Jawa Timur.
"Film Lobang Buaya itu berbicara tentang tahun 1965 terjadi sebuah tragedi nasional dan tentang para koruptor yang tergabung dalam 7 setan desa yang dianggap meresahkan masyarakat," katanya.
Antara menyebut, 7 Setan Desa menggambarkan kelompok-kelompok yang dianggap meresahkan masyarakat, termasuk birokrat koruptor, rentenir, dan pihak yang berkepentingan terhadap penguasaan sumber daya.
Selain Baskara Mahendra, Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah juga dibintangi Carissa Perusset, Khiva Iskak, Anya Zen, dan Mathias Muchus.
Film untuk DEWASA 17+ ini tayang perdana di International Film Festival Rotterdam pada 3 Februari 2026 di seksi Harbour dan tayang di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026.
(end)

