Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila, Edukasi Lewat Teknologi Imersif

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 16:40 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila. (Arsip Kementerian Kebudayaan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10). Wajah baru Museum Kesaktian Pancasila membuat edukasi sejarah bisa dilakukan melalui teknologi digitan dan imersif.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang mendampingi Presiden menyampaikan revitalisasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran museum dalam menjaga memori kolektif bangsa sekaligus pusat edukasi sejarah bagi masyarakat.

Peresmian Museum Kesaktian Pancasila ditandai secara simbolis melalui penandatanganan prasasti oleh Presiden. Sebelum penandatanganan prasasti, Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan ke ruang pamer museum yang berisi tentang diorama rangkaian peristiwa sejarah, tampilan video peristiwa, serta ruang immersive.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila," ucap Presiden Prabowo.

Fadli Zon menegaskan museum ini memiliki makna fundamental sebagai saksi bisu perjalanan bangsa dalam mempertahankan ideologi negara. Pembaruan pameran kini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih imersif melalui penggunaan video mapping, light wall, panel sentuh interaktif, peta digital, narasi audio, hingga multimedia.

Proses revitalisasi yang dilaksanakan sejak tahun lalu menghadirkan pembaruan signifikan pada tata pamer yang diperkaya dengan narasi dan alur cerita (storyline) lebih komprehensif. Guna memastikan informasi sejarah disampaikan secara utuh dan akurat, penyusunan lini masa (sequence) sejarah ini turut melibatkan para sejarawan secara langsung.

"Di kawasan yang juga menjadi lokasi situs sumur Lubang Buaya ini, masyarakat dapat mempelajari jejak peristiwa saat ideologi Pancasila coba digantikan dengan paham komunisme oleh PKI. Tidak hanya itu, pameran juga dilengkapi dengan sentuhan teknologi digital dan imersif guna menghadirkan pengalaman visual yang lebih modern," ucap Menteri Kebudayaan.

Proses revitalisasi tidak mengubah koleksi maupun diorama autentiknya, melainkan berfokus pada pembaharuan metode penyajian agar peristiwa sejarah lebih mudah dicerna oleh masyarakat luas, terutama generasi muda.

Sebanyak 34 diorama asli di Museum Kesaktian Pancasila tetap dipertahankan sebagai pilar utama narasi, berdampingan dengan 15 diorama di Museum Paseban yang merangkum peristiwa penting Gerakan 30 September 1965. Pasca-pembenahan, ruang pamer Museum Kesaktian Pancasila terbagi menjadi 7 area di lantai satu dan 4 area di lantai dua.

Mengusung konsep in-situ museum, alur penelusuran dimulai dari gedung Museum Kesaktian Pancasila sebelum pengunjung diarahkan menuju situs bersejarah di kawasan Lubang Buaya.

Wajah baru Museum Kesaktian Pancasila membuat edukasi sejarah bisa dilakukan melalui teknologi digitan dan imersif. (Arsip Kementerian Kebudayaan)

Pada lantai dasar gedung utama, pengunjung disambut oleh instalasi relief 3D Garuda Pancasila yang memandu pemahaman seputar lahir dan dirumuskannya Pancasila oleh para pendiri bangsa, dinamika komunisme global, hingga sejarah masuknya gerakan tersebut ke tanah air melalui sajian digital interaktif yang memadukan narasi teks, visual, dan audio.

Seluruh narasi dan materi pameran disusun berdasarkan penelusuran dokumen, arsip, surat kabar, buku, serta referensi sejarah tervalidasi hasil kolaborasi erat antara Kementerian Kebudayaan dan Pusat Sejarah TNI. Pendekatan ini merupakan upaya dalam penyajian sejarah yang akurat sekaligus lebih komunikatif kepada masyarakat.

Fadli Zon juga menyoroti penambahan fasilitas baru dalam revitalisasi ini yaitu hadirnya Ruang Relik yang berlokasi di area belakang Paseban. Ruang ini didedikasikan khusus untuk memamerkan barang-barang peninggalan asli para Pahlawan Revolusi. Mulai dari berbagai baju yang dipakai oleh para jenderal, jam tangan, dan juga memorabilia lain yang ada di sana.

Peresmian revitalisasi museum ini turut menjadi momentum penyesuaian nama Museum Pengkhianatan PKI menjadi Museum Kesaktian Pancasila. Perubahan nama ini bertujuan untuk mentransformasi paradigma narasi museum dengan memberikan penekanan dan pemaknaan terhadap ketahanan, kejayaan, serta kesaktian Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa.

Perubahan paradigma ini dilakukan dengan tetap menjaga komitmen untuk tidak menghilangkan catatan sejarah yang ada, sehingga nilai-nilai edukasi dan memori kolektif bangsa tetap terjaga dengan utuh.

"Mulai hari ini, Museum Kesaktian Pancasila dengan wajah dan fasilitas barunya sudah resmi dibuka untuk kunjungan masyarakat umum. Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan kepada Panglima TNI selaku instansi yang menaungi pengelolaan museum tersebut. Kehadiran museum ini diharapkan dapat terus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa Pancasila adalah binding power atau kekuatan pemersatu, dasar negara, sekaligus falsafah hidup bangsa Indonesia," ucap Fadli Zon.

Dengan diresmikannya revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk membuat museum lebih dari sekadar tempat penyimpanan artefak sejarah.

Penguatan narasi, penataan tata pamer, dan pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan mampu menjelmakan museum sebagai pusat edukasi, wahana refleksi, serta jembatan penanaman nilai kebangsaan yang tetap relevan dan bermakna bagi generasi kini dan mendatang.

(tim/har)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK