Ed Sheeran Respons Dicaci Sepupu Soal Kisruh Macklemore
Ed Sheeran menyinggung berbagai kritik dan cacian dari sepupunya sendiri, Jethro Sheeran, di media sosial berkaitan dengan kisruh Macklemore.
Dalam penampilan The Loop Tour yang kembali berlanjut di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Sabtu (3/10), Ed menyinggung video yang diunggah saudaranya di media sosial.
"Kalian mungkin baru-baru ini melihat [kerabat saya] di media sosial," kata Ed. "Saya sudah sangat lama tidak berbicara dengan dia."
Jethro Sheeran sebelumnya mengunggah sejumlah cacian kepada Ed di media sosial, saat Macklemore diusir dari The Loop Tour milik Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah meneriakkan "free Palestine".
Jethro menyebut Ed sebagai sosok yang "egois" dan "jahat" dalam unggahan Instagram yang penuh amarah tak lama setelah berita tersebut mencuat.
"Akhirnya semuanya terungkap! Saya malu dengan sepupu saya, Ed. Dia sudah tamat," kata Jethro. "Akhirnya dunia dan semua penggemarnya melihat siapa dia sebenarnya."
"Dia bukan orang baik. Saya tidak suka musiknya, jadi saya bahkan tidak bisa menyebutnya sebagai seniman yang hebat," katanya.
"Ed telah mencurangi saya, serta mengolok-olok kesehatan mental saya dan isu kesehatan mental secara umum."
Seperti diberitakan Page Six pada Minggu (4/10), Jethro juga melontarkan kritik pedas terhadap Ed dalam wawancara dengan media, termasuk dalam sesi bersama jurnalis Don Lemon pada 25 September.
Dalam konser The Loop Tour pada 19 September, Ed Sheeran curhat bahwa dirinya bukan hanya kena boikot dari pendukung Palestina sebagai imbas Macklemore dikeluarkan dari turnya, tetapi ia juga dijauhi teman dan keluarganya.
"Dalam situasi seperti ini, Anda benar-benar mengetahui siapa teman sejati Anda. Ini adalah minggu yang aneh," ujarnya kepada penonton dalam sebuah video yang direkam oleh penggemar.
"Semuanya terjadi begitu cepat. Di saat yang sama, banyak orang menyuruh saya membatalkan tur ini, dan banyak orang yang sudah saya kenal selama bertahun-tahun justru mulai menjauh."
"Semua orang menyuruh saya membatalkan konser, dan saya merasa teman-teman, keluarga, serta orang-orang yang saya kenal meninggalkan saya."
Pada awal September 2026, Macklemore secara mendadak dicoret dari daftar penampil tur Ed Sheeran lantaran menyerukan dukungan bagi Palestina di panggung MetLife Stadium.
Pencoretan tersebut diperparah intervensi miliarder Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium, yang mengancam melarang Sheeran menggelar konser jika Macklemore tak disingkirkan.
Aksi pembungkaman tersebut justru memicu efek domino di kalangan pelaku industri musik.
Seluruh jajaran musisi pembuka tur Ed Sheeran-termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga-memilih mengundurkan diri secara serentak sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore dan penolakan atas praktik sensor di panggung musik.
Macklemore setelah resmi didepak dari tur juga mengumumkan langsung menyumbangkan US$1 juta setara Rp17,73 miliar atau seluruh hasil penampilannya selama menjadi opening acts di panggung Ed Sheeran untuk organisasi kemanusiaan Palestina.
(end)