Alasan Konser Israel Houghton Dilarang di Jakarta

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 05:00 WIB
Israel Houghton
Berikut penjelasan alasan rencana konser Israel Houghton di Jakarta terancam batal. (via Banyak Bagus Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rencana konser Israel Houghton bersama grup musik New Breed atau yang selama ini dikenal dengan Israel & New Breed bertajuk 'Til The Whole World Knows Tour 2026' di Jakarta terancam batal.

Pemerintah Indonesia menegaskan tidak bakal memberikan izin penyelenggaraan maupun penerbitan visa lantaran rekam jejak dukungan sang musisi terhadap Israel berseberangan dengan komitmen politik luar negeri Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia selama ini mengambil posisi mendukung perjuangan rakyat Palestina. Pemerintah Indonesia juga mengambil keputusan tersebut dengan pertimbangan potensi gangguan keamanan.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan keputusan penolakan tersebut diambil usai menggelar koordinasi lintas lembaga.

Beberapa lembaga yang terlibat adalah Kemenko Polkam, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, hingga Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Setelah kami melakukan koordinasi dan mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri serta komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, kami berpandangan bahwa kegiatan apa pun yang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk merugikan perjuangan rakyat Palestina tidak akan diperkenankan diselenggarakan di Indonesia," ujar Yusril di kantornya, Jakarta, Senin (5/10).

[Gambas:Video CNN]

Yusril membeberkan gelombang masukan dari publik, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), menjadi pertimbangan penting dalam menakar sensitivitas acara.

Namun, ia menekankan bahwasanya sikap pemerintah sama sekali tidak berkaitan dengan latar belakang keagamaan maupun genre musik rohani yang diusung Israel Houghton.

"Pemerintah tidak dalam posisi menilai keyakinan keagamaan seseorang," ucap Yusril.

"Yang menjadi perhatian pemerintah adalah jangan sampai kegiatan apa pun di Indonesia dimanfaatkan untuk kepentingan propaganda politik yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri dan komitmen Pemerintah Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina," ia menegaskan.

Selain Yusril, Polda Metro Jaya juga dipastikan tidak akan meloloskan izin keramaian demi mengantisipasi gejolak sosial.

Di samping itu, Yusril menyoroti penjualan tiket konser yang sudah telanjur bergulir secara daring di media sosial, padahal pihak penyelenggara belum pernah mengantongi atau mengajukan izin resmi ke kepolisian.

"Yang juga agak mengherankan bagi saya adalah bagaimana tiket sudah dijual secara online, sementara izin untuk menyelenggarakan pertunjukannya sendiri belum ada," tutur Yusril.

Langkah pengetatan serupa diambil pihak keimigrasian. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko beserta kementerian terkait menegaskan permohonan visa Israel Houghton akan langsung ditolak jika diajukan untuk keperluan konser.

Pemerintah juga menutup opsi penggunaan fasilitas visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) untuk kegiatan pertunjukan musik.

"Memang sampai sekarang yang bersangkutan belum mengajukan permohonan visa, tetapi kalau permohonan itu diajukan untuk keperluan pertunjukan tersebut, kami tidak akan menerbitkan visanya, karena kegiatan pertunjukannya sendiri tidak mendapatkan izin dari Kepolisian," kata Yusril menambahkan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini diambil bukan untuk mengekang kebebasan berekspresi para pelaku seni, melainkan demi menjaga ketertiban umum serta menegakkan garis kebijakan luar negeri Indonesia.

"Pemerintah menghormati kegiatan seni dan kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan tersebut tentu harus berjalan dengan tetap memperhatikan keamanan, ketertiban umum, serta kepentingan nasional Indonesia," pungkasnya.

Awalnya, Israel & New Breed dijadwalkan konser di The Kasablanka Hall pada 24 Oktober 2026 dengan Banyak Bagus Entertainment sebagai promotor.

Setelah netizen menyadari dukungan Israel Houghton kepada Israel, mereka ramai-ramai menyerukan penolakan. Penolakan tersebut berujung pada The Kasablanka Hall mengumumkan konser tersebut tak bakal digelar di venue mereka.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia pada Selasa (6/10), rencana konser tersebut kini masih terpampang di website resmi promotor asal Malaysia tersebut.

Di poster tersebut hanya tertera nama New Breed, meski masih ada wajah Israel. Belum ada pernyataan resmi dari promotor terkait perubahan tersebut. 

[Gambas:Instagram]

(chri)