Kubu Ruben Onsu Minta Bukti Klaim Sarwendah Anak Enggan Bertemu

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 08:30 WIB
Ruben Onsu melalui pengacaranya merespons klaim Sarwendah soal kedua putri mereka enggan bertemu dengan sang ayah. (Muhammad Ahsan Nurrijal/detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kubu Ruben Onsu menagih bukti omongan Sarwendah yang menyebut anak-anak mereka enggan bertemu dengan sang ayah. Sarwendah menyebut klaim itu di sebuah podcast Reyben Entertainment yang tayang Minggu (4/6).

Menurut pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, pernyataan Sarwendah perlu diuji kebenarannya. Bukan hanya dengan psikolog pilihan Sarwendah, tetapi oleh psikolog yang independen.

"Kalau memang penolakan itu benar, ya tentu harus diuji. Ada psikolognya bilang katanya ini. Psikolognya siapa, buktinya mana?" kata Minola Sebayang seperti diberitakan detikHot pada Rabu (7/10).

"Psikolog itu kan yang dia tunjuk sendiri. Seharusnya ada psikolog independen yang dilibatkan supaya penilaiannya objektif," tuturnya.

Dalam tayangan tersebut, Sarwendah mengiyakan pernyataan bahwa kedua putrinya enggan bertemu dengan Ruben. Ia kemudian menceritakan upayanya membujuk anak-anak untuk bertemu dengan sang ayah.

Namun, di tengah upaya tersebut, ia mengaku mendapat teguran dari psikolog anak-anaknya agar tidak memaksa mereka. Menurut Sarwendah, kedua putrinya justru merasa seperti terusir ketika terus dibujuk untuk bertemu ayahnya.

"Jadi aku selalu bilang, 'Ayo dong anak-anak tolong dong,' gitu maksudnya ketemu lah gitu. Bunda enggak pernah sama sekali yang namanya menghalangi tidak," ujar Sarwendah.

"Dan aku ditegur sama psikolog anak-anak karena kenapa, Bu? Tolong jangan terlalu paksa anak-anak. Kenapa? Karena anak-anak merasa kayak ibu ngusir mereka jadinya gitu. Jadi aku langsung kayak sebagai seorang ibu aku langsung terpukul gitu kayak aku enggak pernah ngusir anak-anak aku dan aku sayang banget sama mereka gitu," sambungnya.

Selain itu, Sarwendah mengatakan Ruben seharusnya turut berusaha untuk bertemu dengan anak-anak mereka. Ia menyebut kedua putrinya masih menginginkan mereka menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga lengkap.

"Jadi ya kalau mau usaha kalau emang mau ketemu tolong usaha juga gitu loh. Jangan semuanya cuma dilimpahin ke aku, disalahin ke aku. Kamu ada usahanya enggak gitu," ujarnya.

"Aku sampai bilang yuk anak-anak mau kita jalan-jalan berempat aku, ayahnya Cici sama Nia. Yuk kita sebagai orang dewasa turunkan ego masing-masing. Yuk kita jalan-jalan. Dia pun tidak mau gitu loh," sambungnya.

"Jadi apa yang anak-anak kehendaki. Anak-anak kan juga punya kehendak. Anak-anak juga punya keinginan, anak-anak juga punya perasaan, punya pikiran gitu. Jadi kita juga sebagai orang dewasa tidak boleh egois gitu loh," beber Sarwendah.

Minola Sebayang menyoroti kredibilitas dan objektivitas psikolog yang menangani anak-anak Sarwendah. Ia mendesak agar pemeriksaan kondisi psikis anak dilakukan oleh pihak ketiga yang netral.

"Psikolog itu kan yang dia tunjuk sendiri. Seharusnya ada psikolog independen yang dilibatkan supaya penilaiannya objektif," tuturnya.

Di sisi lain, Minola menyebut Ruben terpukul dengan sikap anak-anaknya yang disebut enggan bertemu dengannya. Ia menilai perubahan sikap tersebut tidak terlepas dari doktrin dan sikap orang-orang dewasa di sekitar anak-anak Ruben.

"Bagaimanalah reaksi seorang ayah ketika mantan istrinya bilang bahwa anak-anak takut dan enggan bertemu. Kalau sampai muncul kondisi semacam itu, kesalahannya jelas ada pada orang dewasa di lingkungan anak-anak itu," ujar Minola Sebayang.

"Orang di sekitarnya seharusnya tetap memberikan gambaran yang positif tentang figur sang ayah. Seorang anak wajib bangga kepada ayahnya dan juga ibunya," pungkasnya.



(van/end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK