Film Pendek Asal Indonesia, Anak Macan Maju ke Oscar 2027

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 15:00 WIB
Dengan Anak Macan (My Plastic Mother) mendaftarkan diri ke Oscar 2027, kini ada dua film asal Indonesia yang akan berlaga di festival film tertinggi dunia itu. (dok. Podium Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film pendek Anak Macan (My Plastic Mother) memastikan diri maju mendaftarkan diri berlaga ke Academy Awards ke-99 atau ajang Piala Oscar 2027 untuk kategori Best Live Action Short Film.

Keputusan ini diambil setelah film karya Amar Haikal tersebut sudah mengantongi kemenangan Flickerfest Award for Best International Short Film (Academy® Qualifying) di Flickerfest International Short Film Festival ke-35 (2026) di Sydney, Australia, pada awal 2026.

The Flickerfest Short Film Awards merupakan salah satu dari sekian banyak festival film yang diakui oleh Academy Awards, dan digelar dalam rentang periode kelayakan, yakni setahun sebelum masa pendaftaran ditutup pada September 2026.

Kemenangan di festival film yang diakui oleh Academy Awards membuat film tersebut memenuhi kelayakan untuk mendaftarkan diri dan berkompetisi di ajang film tertinggi dunia itu.

"Anak Macan (My Plastic Mother) bertujuan untuk memperlihatkan konsekuensi dari budaya konsumerisme kita dalam bentuk gunung sampah raksasa yang longsornya menimbun sebuah pemakaman," kata Amar dalam pernyataannya seperti yang diterima CNNIndonesia.com pada Kamis (8/10).

"Namun, lebih dari itu, film ini adalah sebuah kisah tentang kerinduan, keinginan, dan penemuan diri yang dimaknai melalui keinginan murni seorang anak untuk memiliki dan mengenali ibunya," lanjutnya.

"Memenuhi syarat untuk dipertimbangkan di Oscars 2027 serta memiliki kesempatan untuk bertemu dengan banyak penonton sepanjang perjalanan festival ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa."

Sebelum mendaftarkan untuk dipertimbangkan dalam kategori Live Action Short Film Oscar 2027, film Anak Macan (My Plastic Mother) sudah tayang dan berkompetisi di berbagai festival film internasional yang diakui the Academy, yakni Flickerfest International Short Film Festival di Australia (Pemenang Best International Short Film); Leeds International Film Festival di Inggris; Beirut International Short Film Festival / Beirut Shorts di Lebanon; Holly Shorts Film Festival di Amerika Serikat; Atlanta Film Festival di Amerika Serikat; Clermont-Ferrand International Short Film Festival Market di Prancis; dan Singapore International Film Festival.

Dengan Anak Macan (My Plastic Mother) mendaftarkan diri ke Oscar 2027,sejauh ini sudah ada dua film asal Indonesia yang akan berlaga di festival film tertinggi dunia tersebut.

Sebelumnya ada Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), yang resmi ditunjuk Komite Seleksi Oscar sebagai wakil Indonesia untuk berlaga di kategori Best International Feature Film Academy Awards ke-99.

Anak Macan (My Plastic Mother) mengikuti seorang bocah bernama Eki yang tinggal di tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang. Eki menghadapi dilema saat mendapati tugas membawa barang kesukaan ibunya untuk perayaan Hari Ibu di sekolah. Sementara, Eki sudah lama tak memiliki ibu.

Saat berbincang dengan CNNIndonesia.com pada Februari 2026, Amar yang baru lulus IKJ tahun lalu ini mengatakan dirinya merangkum kisah personalnya semasa kecil dan dituangkan menjadi naskah Anak Macan (My Plastic Mother).

Kisah itu kemudian ia angkat menjadi tugas akhirnya bersama teman-temannya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang dibimbing oleh sutradara Riri Riza.

"Sebetulnya mungkin bagian besar dari cerita Anak Macan itu adalah kayak pengalaman masa kecil," kenang Amar. "Banyak sekali momen-momen di masa sekolah itu yang sebetulnya core memory buatku."

"Karena aku dihadapi oleh kenyataan dan dipaksa mengaku sebetulnya, bahwa aku tidak begitu mengenal atau bahkan tidak ingat ibuku tuh seperti apa orangnya," lanjutnya yang mengakui dirinya sejak kecil tumbuh jauh dari ibunya.

Bukan cuma naskah Anak Macan yang berasal dari pengalaman pribadi, pemilihan lokasi di Bantargebang juga tak lepas dari pengalaman Amar. Ia menyebut perkenalannya dengan Bantargebang terjadi pada 2021.

"Kami memutuskan buat menceritakan tentang kehidupan di Bantargebang, khususnya tentang anak yang tinggal di sana. Sebelumnya kami juga sudah melakukan syuting dokumenter 2021 di Bantargebang dan di situ banyak sekali cerita yang kami dapat," ungkap Amar.

(end)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK