Penyair Anne Carson Jadi Peraih Nobel Sastra 2026
Anne Carson resmi dinobatkan sebagai peraih Nobel Sastra 2026 atas karya-karyanya yang dinilai berani serta inovatif. Akademi Swedia mengumumkan penganugerahan bergengsi tersebut di Stockholm pada Kamis (8/10).
Sastrawan berusia 76 tahun itu berhak memboyong hadiah uang tunai sebesar 12 juta krona Swedia atau setara US$1,2 juta menyusul penganugerahan tersebut.
Saat kabar gembira itu disampaikan via telepon, seperti diberitakan CNN pada Kamis (8/10), Sekretaris Tetap Akademi Swedia Ingrid Carlberg mengungkapkan bahwa Carson sedang berada di Islandia sambil "mendengarkan hembusan angin."
"Dia terkejut tetapi sangat gembira-saya bisa mendengarnya dari nada suaranya," kata Carlberg.
Komite Nobel menilai Carson berhasil menciptakan bentuk-bentuk baru dalam literatur kontemporer melalui dialog yang segar dan jenaka dengan tradisi klasik.
Karya-karyanya dikenal unik karena kerap meleburkan batasan antara puisi, prosa, dan esai, di mana dunia kuno dan era modern hidup berdampingan.
Ketua Komite Nobel Sastra Anders Olsson menyebut hampir seluruh produksi literatur Carson berpusat pada persilangan antara obsesi seorang filolog terhadap kata-kata dan hasrat seorang penyair untuk mencari makna baru.
Nama Carson melejit lewat Autobiography of Red (1998), novel berpuisi yang menafsirkan ulang mitos Yunani kuno tentang Heracles dan sosok monster bersayap Geryon ke dalam balutan kisah modern yang sentimentil.
Karya ikonis lainnya mencakup The Beauty of the Husband (2001) yang mengantarkannya menjadi perempuan pertama peraih T.S. Eliot Prize, serta Nox (2010) sebagai karya eksperimental berbentuk lipatan akordeon dalam kotak yang didedikasikan untuk mengenang mendiang saudaranya, Michael.
Meskipun mengawali kariernya sebagai akademisi sastra klasik di berbagai universitas di AS dan Kanada, Carson terbilang terlambat menerbitkan karya komersial.
Buku puisi perdananya, Short Talks, baru meluncur saat ia menginjak usia 42 tahun.
Kemenangan ini menjadikan Carson sebagai perempuan ke-19 dari total 122 individu yang pernah menerima penghargaan Nobel Sastra sepanjang sejarah.
Menurut Olsson, keberanian Carson menembus batas-batas seni lain seperti teater, koreografi, hingga opera memperlihatkan kebebasan berekspresi yang memberi pengaruh besar bagi lanskap seni dan literatur internasional sejak era 1990-an.
Pengumuman Nobel Sastra ini melengkapi rangkaian penghargaan pekan ini setelah kategori Kedokteran, Fisika, dan Kimia.
Peraih Nobel Perdamaian dijadwalkan diumumkan pada Jumat (9/10), disusul pemenang di bidang Ekonomi pada 12 Oktober mendatang.
(chri)