Penonton Konser Avanged Sevenfold Ngeluh Layout hingga Sound Sember

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 19:04 WIB
Penonton konser Avenged Sevenfold di Jakarta membanjiri media sosial dengan berbagai keluhan, dari layout berubah dadakan sampai sound sember. (Akselerasi Entertainment / Gladinasaska)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah penonton konser Avenged Sevenfold (A7X), yang digelar pada Sabtu (10/10) di Jakarta Internasional Stadium (JIS), ramai-ramai curhat keluhan hingga kritik kepada pihak promotor, Ravel Entertainment, di media sosial.

Penonton mengeluhkan berbagai aspek penyelenggaraan konser, mulai dari kualitas audio dan visual panggung yang dinilai buruk, perubahan layout dan rundown menjelang hari H, hingga fasilitas penonton dan koordinasi panitia yang dinilai kurang baik.

Salah satu pengguna Threads bahkan membandingkan pelaksanaan konser A7X pada 2024 dengan konser yang baru saja berlangsung akhir pekan kemarin.

"Rundown konser di-announce di hari H dan itu pun masih ada revisi. Price list merchandise enggak ada di-announce," tulisnya pada Minggu (11/10). "Kualitas sound-nya jika dibandingkan dengan yang 2024, sumpah, yang 2026 jelek banget, menurut gue pribadi. Sound-nya itu terlalu bergema dan sember, kayak sound-sound kondangan gitu yang echo-nya berlebihan."

Tak hanya audio, pengguna tersebut turut membandingkan visual panggung dan videotron konser tahun ini dengan konser 2024 yang dinilainya lebih variatif.

Salah satu penonton juga mengeluhkan perubahan tata letak atau posisi panggung. Ia bahkan mengaku memutuskan untuk batal menonton penampilan Matt Shadows dan kawan-kawan akibat perubahan tersebut.

"Gw nonton avenged sevenfold beli 'center' karena pengen point of view yang pas. Even itu agak kepinggir sedikit gapapa, tapi kalo sampe layout berubah dan ngaruh sama Seating Position, gw better enggak sama sekali nonton," tulis salah satu pengguna dalam unggahan pada Jumat (9/10).

Perubahan tersebut merujuk pada layout panggung yang sebelumnya ditunjukkan pihak promotor saat penjualan tiket, kemudian berubah setelah war tiket berlangsung.

Meski begitu, dalam unggahan penjualan tiket, Ravel Entertainment sebenarnya telah mencantumkan keterangan bahwa tata letak tempat duduk dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Denah lokasi juga disebut hanya digunakan sebagai acuan visual, sehingga ukuran dan konfigurasi sebenarnya dapat berbeda.

Selain itu, pandangan penonton ke arah panggung disebut berpotensi terhalang sebagian oleh FOH (Front of House) atau struktur teknis lainnya. Potensi terhalang itu pada akhirnya turut dirasakan dan dikeluhkan sejumlah penonton, terutama bagi pemegang tiket kategori Festival B.

Kategori tersebut menjadi kategori kedua paling dekat dengan area panggung dan paling mahal dalam daftar kategori yang ditawarkan pihak promotor senilai Rp1,85 juta.

"Avenged Sevenfold Live Jakarta 2026. Fest B sungguh terlalu itu tenda bikin emosi. Dihalangi tenda + penjaga bediri depan muka," tulis salah satu penonton.

"Fes B enjoy nonton kameramen + mixer room + tenda + toilet crew + tiang," tulis pengguna lainnya.

"Sumpah T**** banget sih yg masang "Tenda Hajatan" di depan Fest B. SHAME ON YOU @ravelentertainment," timpal pengguna lainnya.

Persoalan lain yang disorot penonton berkaitan dengan kualitas audio yang dinilai kurang memadai untuk mendukung penampilan band metal legendaris tersebut.

"Di antara semua masalah mulai dari ganti layout, mundurin rundown, crowd control pas bubaran jelek, stand air minum kurang dan sebagainya, yang paling bikin gondok itu audio sama LED screen lu jelek banget," tulis salah satu penonton.

"Kejanggalan konser A7X kedua maaf st. Loco dan Isyana tapi aku benar-benar enggak ngerti kalian nyanyi apa. Suara sampai atas pecah dan enggak jelas banget sound-nya. Ayoo dong @ravelentertainment masa promotor sekelas Hammersonic kualitasnya kayak gini. Bayanganku ada panggung lidah yg sampe ke festival B," tulis pengguna lainnya.

Sejumlah penonton juga mengeluhkan koordinasi panitia di venue konser terkait aturan membawa air minum ke area tribun.

"Enggak jelas koordinasi mereka gimana. Konser empat jam lebih lho dan mereka juga enggak sediain air gratis atau minimal isi ulang sama sekali. Enggak ada solusi juga dan cuma bilang, ya kalau mau minum bisa beli di bawah. Dalam hati, otak kamu di mana? Kita cat 3 lho, maksudnya kalau minum suruh naik turun?" katanya.

CNNIndonesia.com telah menghubungi pihak Ravel Entertainment untuk meminta tanggapan terkait keluhan penonton, tapi belum ada mendapatkan tanggapan.

Kendati demikian, di tengah berbagai keluhan tersebut, penampilan Avenged Sevenfold tetap mendapat apresiasi dari penonton.

Sejumlah penonton mengaku terhibur dan senang dapat menyaksikan band favorit mereka secara langsung. Bahkan, beberapa di antaranya menilai penampilan M. Shadows dan kawan-kawan di Indonesia sebagai salah satu yang terbaik dalam rangkaian tur mereka.

Avenged Sevenfold (A7X) kembali ke Indonesia dengan konser bertajuk The Spectacular Stadium Show Where The Bats Ascend.

(van/end)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK