Other Mommy Dirujak Kritikus, Dinilai Gagal Bikin Takut

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 20:15 WIB
Film Other Mommy (2026)
Meski sukses secara box office, Other Mommy tuai kritikan pedas dari para kritikus film hingga hanya dapat skor 16 persen. (Universal Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Other Mommy kebanjiran kritik pedas dari para kritikus. Film hasil adaptasi novel populer Incidents Around the House karya Josh Malerman itu dinilai lemah dalam membangun alur cerita hingga rasa takut.

Sejak tayang pada 7 Oktober 2026, film yang dibintangi Jessica Chastain tersebut mendapat respons negatif di laman agregator Rotten Tomatoes. Per Selasa (13/10), Other Mommy dapat skor 16 persen dari 64 ulasan kritikus.

Film garapan Rob Savage berdasarkan skenario Nathan Elston (Succession) itu melibatkan James Wan sebagai produser. Wan dikenal sebagai salah satu tokoh horor modern di balik sejumlah waralaba populer, seperti Saw, Insidious, dan The Conjuring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, keterlibatan nama-nama tersebut belum cukup membuat Other Mommy mendapat sambutan positif dari para kritikus, terutama dalam hal pengembangan cerita dan eksekusi horornya.

"Bukan berarti buruk jika film membuat penontonnya menginginkan lebih. Namun, dalam film ini, masalahnya tampak terletak pada prioritas yang keliru. Penceritaan justru dikesampingkan demi visual yang keren dan pergerakan kamera yang sangat liar, bahkan bisa dibilang memuakkan." tulis Katie Rife dari Inverse.

"Film ini tidak memiliki banyak alur cerita dan lebih berfungsi sebagai wahana untuk menghadirkan jump scare yang mengandalkan efek serta rasa takut yang memacu adrenalin." tulis Simon dari RogerEbert.com.

Sementara itu, Benjamin Lee dari The Guardian menilai Other Mommy sebenarnya memiliki potensi menghadirkan horor yang lebih tenang dan mencekam.

Namun, sutradara Rob Savage dinilai terlalu berfokus menaruh banyak jumpscares sebagai upaya mengejutkan penonton ketimbang membangun ketakutan yang membekas.

[Gambas:Video CNN]

"Ada versi Other Mommy yang lebih dingin dan tenang, yang sebenarnya bisa merayap masuk ke bawah kulit kita dan menimbulkan rasa takut yang mendalam. Namun, Savage terlalu sibuk mencoba membuat penonton terkena serangan jantung hingga tak peduli apakah filmnya mampu menghadirkan mimpi buruk," tulis Lee.

Kritik serupa disampaikan Keith Phipps dari The Reveal. Ia menilai ketegangan yang dibangun sejak awal oleh sosok Other Mommy justru terperosok lantaran film berusaha mengandalkan unsur teknis.

Alih-alih semakin menyeramkan, sosok tersebut justru dinilai kehilangan daya horornya seiring cerita berjalan.

"Apa yang awalnya merupakan film thriller yang menegangkan dan menyeramkan perlahan berubah menjadi pertarungan yang semakin absurd melawan sosok mengerikan ciptaan efek khusus, yang justru semakin tidak menakutkan seiring berjalannya film," tulis Phipps.

Persoalan horor ini juga dirasakan Jacob Oller dari AV Club yang menyoroti minimnya ancaman nyata dalam film tersebut.

"Hampir tidak ada bahaya atau ancaman nyata dalam film ini. Rasanya lebih seperti rumah hantu yang dikelola seorang aktor papan atas, alih-alih sekelompok mahasiswa teater yang mencari uang untuk membeli bir," tulis Oller.

Kritik tak berhenti pada lemahnya penceritaan dan elemen horor, Jake Wilson dari Sydney Morning Herald menyoroti pengembangan unsur emosional dalam film tersebut.

Film tentang seorang anak yang mulai berinteraksi dengan entitas supranatural menyerupai ibunya dan menganggap sosok tersebut sebagai sosok yang baik itu dinilai memiliki potensi untuk mengeksplorasi sisi emosional.

Namun, potensi tersebut dinilai tidak dikembangkan dengan baik dalam film.

"Gagasan bahwa kita tidak selalu bisa memilih siapa yang kita cintai (atau tidak cintai) mungkin menjadi inti dramatis film ini, seandainya film tersebut memang memiliki inti yang jelas," ulasan Wilson.

"Namun, hingga akhir, film ini terasa melebar dan terdistorsi, seolah-olah ditarik ke berbagai arah oleh kekuatan kreatif yang saling bertentangan," kritiknya.

Meski dinilai terseok-seok dalam meramu alur cerita, elemen horor, aspek teknis, dan sisi emosional, Nick Schager dari The Daily Beast tetap melihat daya tarik pada ritme film yang cepat dan atmosfer horor surealis yang dihadirkan.

"Meski film garapan Rob Savage ini tidak terlalu memedulikan logika, alurnya yang bergerak tanpa henti seperti wahana roller coaster dan atmosfer rumah hantu yang surealis menjadikannya film thriller yang cocok ditonton bersama teman-teman pada Jumat malam di bioskop," tulis Schager.

Meski dirujak kritikus hingga mendapatkan skor rendah, secara box office film ini sesungguhnya tergolong berhasil karena mampu menguasai Amerika Utara pada pekan perdananya dengan pendapatan US$27,5 juta.

Other Mommy juga sesungguhnya sudah bisa dibilang dalam kondisi keuangan yang aman meski panen kritik dari para kritikus. Film itu hanya diproduksi dengan biaya US$18 juta.

Ditambah dengan penjualan dari pasar internasional sebesar US$17,69 juta, total pendapatan global film ini kini telah menyentuh US$45.

Film yang ini diberi label D17+ atau untuk penonton di atas 17 tahun ini tayang di bioskop.

[Gambas:Youtube]

(van/chri)