Kena Report Massal, Live Instagram Sarwendah Dibatasi Setahun

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 07:15 WIB
Fitur live Instagram Sarwendah dibatasi hingga satu tahunn akibat pelaporan massal dari pengguna lain. (Tangkapan layar instagram @sarwendah29)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fitur live Instagram Sarwendah kena sanksi pembatasan hingga satu tahun akibat pelaporan massal dari pengguna lain. Situasi itu menjadi buntut panjang dari permasalahan dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.

Sanksi itu bermula setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call serta tangkapan layar chat Ruben Onsu dengan orang lain pada akhir pekan lalu, dan kini terpantau unggahan tersebut sudah hilang.

Kondisi tersebut dikonfirmasi Chris Sam Siwu selaku pengacara Sarwendah. Ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (14/10), Chris Sam Siwu membenarkan pembatasan yang merugikan kliennya.

Ia menduga kuat ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memobilisasi pelaporan terhadap akun Instagram Sarwendah.

"Kalau enggak salah itu adalah hasil dari report, bahwa ada pihak-pihak yang sengaja report," kata Chris seperti diberitakan detikcom, Rabu (14/10).

"Ini adalah satu konsekuensi di mana kedua belah pihak yang saat ini sedang bersengketa merupakan publik figur, ya. Jadi apa pun yang dilakukan oleh seorang publik figur itu pasti memiliki dampak," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]

Secara terpisah, melalui keterangannya pada Selasa (13/10), Sarwendah secara terbuka mengakui bahwa video tersebut dihapus paksa oleh sistem Instagram, bukan sengaja ia turunkan sendiri.

"Postingan kemarin bukan saya hapus. Sebenarnya postingan itu sudah di-report dari hari pertama saya up ke Instagram saya, sempat bertahan setelah saya ajukan banding, tapi hari ini akhirnya diturunkan Instagram setelah makin banyak di-report," tulis Sarwendah.

"Saya juga kena pembatasan live selama setahun, dan ada peringatan akan di-banned akunnya," sambung dia.

Sementara itu, terkait strategi pemulihan akun maupun manuver hukum spesifik di ranah digital, Chris memilih irit bicara lantaran wewenang penanganan tersebut sudah didelegasikan kepada tim kuasa hukum yang berbeda.

"Saya enggak mau statement terlalu jauh, ya, karena nanti itu ranahnya dari rekan sejawat saya, Pablo Benua, ya," tuturnya.

Meski kini diterpa masalah pembatasan akun, tim kuasa hukum memastikan Sarwendah telah menakar betul segala risiko dan konsekuensi hukum atas jejak digitalnya selama bersuara di internet.

"Kami sebagai tim lawyer akan terus men-support dan menghormati apa yang telah dilakukan klien kami," ia menegaskan.

Ia kemudian menyoroti tekanan beruntun terhadap Sarwendah selama pusaran konflik rumah tangga ini bergulir. Menurut Chris, kliennya acap kali dipojokkan dengan narasi miring di media sosial kendati sudah berupaya memilih bungkam.

"Klien kami diam saja. Diam saja disudutkan, dibuat narasi-narasi yang tidak baik. Nah, apalagi ketika mungkin namanya manusia, tidak ada manusia yang sempurna, mungkin ada khilaf kata ya itu tidak bisa kita hindari," ucap Chris membela.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK