Konser BIGBANG di Singapura Terdampak Asap Kebakaran Indonesia

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 11:00 WIB
BIGBANG edisi 2026 dengan tiga member.
Konser BIGBANG menjadi salah satu acara di Singapura yang terdampak kabut asap kebakaran hutan di Indonesia. (YG Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konser BIGBANG menjadi salah satu acara di Singapura yang terdampak kabut asap kebakaran hutan di Indonesia. AEG Presents Asia selaku promotor sampai merilis instruksi khusus demi keselamatan penonton konser.

Konser grup legendaris asal Korea Selatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu (17/10) dan Minggu (18/10) 2026 pukul 19.00 waktu setempat di National Stadium Singapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui unggahan peringatan resminya, promotor menegaskan kondisi kabut asap rentan memengaruhi berbagai aktivitas penonton di luar ruangan, sehingga sejumlah langkah pencegahan harus segera diterapkan.

"Karena keselamatan dan kesehatan kalian adalah prioritas utama kami," tulis promotor. "Kami harap kalian mendapatkan pengalaman yang aman dan menyenangkan!"

Guna menekan risiko gangguan pernapasan, promotor sangat menyarankan para pemegang tiket untuk secara berkala mengecek pembaruan kondisi kualitas udara sebelum berangkat menuju area stadion.

Bagi penggemar yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap paparan kabut asap, promotor juga menganjurkan penggunaan masker selama berada di luar ruangan.

[Gambas:Video CNN]

Penonton turut diminta menjaga hidrasi tubuh dengan membawa botol air minum sendiri dari rumah.

Namun, pihak penyelenggara memberikan catatan tegas larangan membawa botol berbahan kaca maupun baja ke dalam arena, dan memastikan fasilitas isi ulang air minum akan tersedia di dalam stadion.

Tak hanya itu, AEG Presents Asia mengimbau para penggemar BIGBANG untuk merencanakan rute perjalanan serta waktu kedatangan mereka secara cermat demi meminimalkan durasi waktu yang dihabiskan di ruang terbuka.

Mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus diingatkan untuk tidak lupa membawa obat-obatan pribadi yang sekiranya dibutuhkan.

Apabila ada penonton yang mendadak merasa kurang sehat selama acara berlangsung, promotor mewajibkan mereka untuk segera mencari bantuan medis dari petugas yang bersiaga di lokasi.

Beberapa netizen Indonesia hadir di kolom komentar dan meminta maaf kepada Singapura.

"Kami benar-benar minta maaf ya karena kabut asapnya," kata netizen.

"Sebagai warga Indonesia, saya mohon maaf," timpal yang lain.

"Maafin Indonesia ya abang kakak, semua negara jadi banyak terdampak," kata yang lain.

Berdasarkan data pantauan pada Kamis (15/10) pagi, seperti diberitakan CNA, tingkat polutan PM2.5 di kawasan tengah Singapura melonjak tajam ke angka 197.

Situasi lebih parah melanda wilayah barat yang mencatatkan Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam di level sangat tidak sehat, yakni menembus angka 209 atau yang terburuk sejak krisis asap 2015.

National Environment Agency (NEA) menyatakan bahwa kepulan asap tebal ini dipicu kebakaran di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan yang terbawa embusan angin tenggara.

Ancaman kabut asap di Singapura kali ini memang memicu kewaspadaan esktra di berbagai sektor publik. Formula 1 Grand Prix di Singapura juga menjadi salah satu yang terdampak hingga dikomentari pembalap.

Imbas memburuknya kualitas udara, otoritas olahraga setempat bahkan telah menutup sementara belasan fasilitas luar ruangan ActiveSG di wilayah barat, seperti Jurong East dan Clementi.

(chri)