Menikmati Kecanggungan Gong Yoo Luruh di Fan Meeting Jakarta

Vandeniar Kennindya | CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 20:00 WIB
Gong Yoo untuk fan meeting The Long Take 2026 di Istora Senayan Jakarta, Indonesia, Sabtu (17/10).
Review fan meeting Gong Yoo: Kekuatan utamanya adalah menikmati proses suasana mencair di tengah sejumlah catatan teknis. (Management SOOP)
Christie Stefanie
4
Review fan meeting Gong Yoo: Kekuatan utamanya adalah menikmati proses suasana mencair di tengah sejumlah catatan teknis.
Jakarta, CNN Indonesia --

Menyaksikan Gong Yoo menyapa langsung penggemarnya di Indonesia pada Sabtu (17/10) di Istora Senayan rasanya seperti melihat mesin diesel yang butuh waktu untuk panas.

Fan meeting perdananya di Jakarta, The Long Take, tak langsung tancap gas. Ada kecanggungan kental di awal, sang aktor tampak masih meraba ritme dan pijakan di atas panggung yang asing baginya.

Namun, justru proses pencairan suasana itu lah yang menjadi daya tarik utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang aktor tak sepenuhnya bisa disalahkan atas start yang lambat. Gangguan pada earphone di menit-menit awal jelas merusak konsentrasinya. Isu teknis semacam itu cukup fatal, terutama bagi artis yang butuh terjemahan real-time untuk berinteraksi dengan host dan penonton.

Beruntung, Indra Herlambang sebagai pembawa acara terbilang berhasil menjaga suasana tetap hidup. Kelakar dan responsnya beberapa kali justru menjadi sumbu tawa utama.

Indra mampu mengisi jeda, membangun percakapan, dan membantu suasana yang semula terasa kaku menjadi lebih santai.

Sayangnya, keluwesan Indra agak terbentur materi naskah bincang-bincang yang terasa usang. Menggali lagi memori perjalanan karier Gong Yoo sejak 2001 sebenarnya sah-sah saja, tapi rasanya terlalu textbook bagi penggemar yang terus mendukung idolanya tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan nostalgia seputar behind the scene lawas ini membuat respons Gong Yoo sesekali terasa datar dan mekanis. Fan meeting sejatinya diharapkan menawarkan spontanitas yang intim, bukan sekadar memutar ulang ingatan yang sudah sering dikonsumsi penggemar.

[Gambas:Video CNN]

Titik balik pertunjukan baru benar-benar terjadi saat memasuki sesi permainan. Bagian itu menjadi jantung acara karena memberikan ruang bagi Gong Yoo untuk menunjukkan sisi dirinya yang lebih spontan. Ia mulai terlihat lebih lepas, ekspresif, dan nyaman menanggapi berbagai situasi.

Gong Yoo berusaha bermain dengan serius, tetapi keseriusan itu justru menghadirkan kelucuan tersendiri. Ia tidak selalu menjaga citra aktor berwibawa yang selama ini melekat padanya. Pada titik tertentu, ia bahkan tidak sungkan memperlihatkan sisi konyolnya.

Celotehan lepasnya sukses memangkas jarak panggung Istora dengan area penonton yang malam itu tak sepenuhnya padat. Keintiman makin menebal lewat hadiah personal yang disiapkan, salah satunya kamera film yang sebagian isinya sudah ia jepret sendiri secara khusus.

Sementara itu, dari sisi penyelenggaraan, Three Mountains Ave selaku promotor menyediakan fasilitas pendukung , seperti area makanan, mini lounge, hingga salon yang nyaman digunakan penggemar untuk menunggu hingga acara dimulai.

Namun, kelancaran ini sedikit ternoda oleh manajemen logistik dasar. Mengubah toilet pria menjadi toilet wanita memang logis mengingat demografi mayoritas pengunjung, tapi eksekusinya membuat antrean penonton pria jadi ikut terbengkalai.

Belum lagi urusan air minum yang simpang siur di gerbang pemeriksaan membuat banyak botol tersita tanpa ada kejelasan akses air minum di dalam arena. Padahal, itu kebutuhan paling mendasar setelah berjam-jam mengantre.

Gong Yoo untuk fan meeting The Long Take 2026 di Istora Senayan Jakarta, Indonesia, Sabtu (17/10).Review fan meeting Gong Yoo: Kehangatan fan meeting tidak selalu lahir dari rangkaian acara yang sempurna. Foto: (Management SOOP)

Pada akhirnya, kekuatan fan meeting Gong Yoo di Jakarta terletak pada proses untuk menjadi lebih cair. Acara itu memang memiliki sejumlah catatan, mulai dari gangguan teknis di awal, sesi perbincangan yang sesekali terasa kurang segar, hingga beberapa aspek penyelenggaraan yang masih perlu dibenahi.

Namun, ketika Gong Yoo mulai nyaman dan interaksi dengan penggemar mendapat porsi lebih besar, suasana pun terasa jauh lebih hidup. Tiga jam tersebut memperlihatkan bahwa kehangatan fan meeting tidak selalu lahir dari rangkaian acara yang sempurna.

Terkadang, justru momen ketika seorang bintang terlihat kikuk, berusaha menyesuaikan diri, lalu perlahan tertawa dan bertingkah konyol bersama penggemarnya menjadi bagian yang paling membekas.

(chri)