Rentetan Sindiran Upin Ipin soal Kabut Asap dari Indonesia

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 06:30 WIB
Upin dan Ipin selalu kencang menyuarakan kabut asap di Malaysia akibat kebakaran hutan di Indonesia yang tak kunjung berakhir. (Les' Copaque)
Jakarta, CNN Indonesia --

Upin dan Ipin tak berhenti menyindir kabut asap dari Indonesia yang masih terus menyelubungi negara-negara tetangga, terutama Malaysia. Kabut asap tersebut merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan yang tak berhenti-henti.

Sejak September 2026, Upin dan Ipin sedikitnya lima kali posting soal kabut asap, baik mengenai konten edukasi hingga sindiran karena kabut asap yang tak kunjung membaik.

Si kembar dari Desa Kampung Durian Runtuh itu pernah memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di tengah kepungan bencana kabut asap (jerebu) yang tengah melanda kawasan Asia Tenggara, khususnya wilayah Malaysia.

Unggahan tersebut memuat panduan praktis bertajuk "Cara Lindungi Diri dari Jerebu" guna mengimbau masyarakat agar tetap siaga menjaga kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara.

Dalam unggahan itu, Upin dan Ipin membagikan lima langkah utama untuk melindungi diri dari bahaya polusi asap.

Kelima panduan tersebut meliputi imbauan untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung, rutin mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, selalu mengenakan masker saat beraktivitas, serta menjaga kebersihan diri.

"Mari amalkan langkah mudah untuk kekal sihat dan selamat semasa jerebu," tulis akun resmi Upin & Ipin dalam takarir unggahannya.

[Gambas:Video CNN]

Setelah itu, Upin dan Ipin juga mengunggah beberapa kali potongan dari episode Jerebu Hutan yang pertama kali tayang di Malaysia pada 2013.

Konten dari episode yang merupakan bagian dari trilogi Bahaya Jerebu pada season 7 itu berisikan tentang meningkatkan kesadaran publik terhadap aspek kesehatan akibat pencemaran kabut asap lintas batas negara.

Tak terhenti di Upin dan Ipin, Ehsan Intan Payung juga buka suara mengenai kabut asap. Ia menyindir jerebu dari Indonesia yang mengganggu kehidupan sehari-hari warga di Malaysia.

"Baru nak start jogging, tapi musim jerebu. (Baru mau mulai jogging, tapi musim kabut asap)," tulis Ehsan di Instagram pada Sabtu (17/10).

"Duduk rumah je sekarang ni sebab kesihatan lebih penting. (Duduk di rumah saja sekarang ini karena kesehatan lebih penting)."

Hingga salah satu sindiran terbaru adalah Upin dan Ipin dengan tegas bersuara bahwa semua orang, terutama anak-anak berhak mendapatkan udara yang bersih.

Dalam unggahan pada awal pekan ini, Upin dan Ipin menegaskan sindirannya lewat sejumlah tagar, seperti Asia Tenggara bebas kabut asap hingga udara bersih untuk semua.

"Udara bersih hak semua," tulisan di poster tersebut.

Terdapat pula kalimat penegasan tambahan di dalam poster yang menyatakan bahwa anak-anak seperti mereka berhak untuk tumbuh besar dengan menghirup udara yang bersih.

Keresahan ini makin dipertegas melalui keterangan tertulis yang menyertai unggahan tersebut, di mana mereka secara gamblang menyinggung soal pemicu utama bencana kabut asap.

"Udara bersih adalah hak semua, tidak peduli di mana kita berada," bunyi pernyataan dalam unggahan tersebut. "Mari bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi hutan, dan menghentikan pembakaran terbuka demi masa depan anak-anak seperti kami," lanjut kutipan itu.

Malay Mail pada Selasa (20/10) memberitakan bahwa kepungan asap ini telah membuat 30 wilayah di Malaysia berada dalam taraf tidak sehat berdasarkan pembacaan Indeks Pencemar Udara (API).

Portal Sistem Manajemen Indeks Pencemar Udara (APIMS) mencatat Batu Muda di Kuala Lumpur dan Johan Setia di Selangor menduduki angka tertinggi dengan skor masing-masing 172 pada pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Wilayah lain di sekitar Selangor dan Kuala Lumpur seperti Petaling Jaya (167), Shah Alam (167), Cheras (165), dan Klang (164) juga mencatatkan angka polusi yang jauh melampaui ambang batas sehat.

Kawasan selatan seperti Johor turut tak luput dari kepungan asap dengan tujuh daerah mencatat tingkat API tidak sehat, yang dipimpin oleh kawasan Larkin di angka 157.

Sebagai catatan, nilai API di rentang 101 hingga 200 dikategorikan sebagai tidak sehat, sementara angka 201 hingga 300 masuk level sangat tidak sehat, dan indeks yang melampaui angka 300 dianggap berbahaya bagi keselamatan manusia.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK