Aksi Artis Perempuan Terjun Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah membuat sejumlah artis perempuan beraksi langsung turun ke lokasi untuk membantu pemadaman api.
Zaskia Adya Mecca, Riyuka Bunga, hingga Sherina Munaf memilih nekat menembus pekatnya kabut asap demi ikut memadamkan titik api langsung di garis depan, terutama Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Keputusan mereka turun gunung bukan tanpa alasan mendesak. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (21/10), masih terdapat sekitar 1.481 hektare lahan di berbagai titik yang hangus terbakar.
Kalimantan Tengah sendiri tercatat sebagai provinsi dengan area terdampak paling parah yang menyentuh angka lebih dari 321 hektare.
Berikut artis-artis perempuan turun langsung padamkan kebakaran hutan.
1. Zaskia Adya Mecca
Zaskia Adya Mecca yang masih bertahan di lokasi hingga Kamis (22/10) bersama Rangkul Foundation dan Kita Bisa, menceritakan beratnya berjibaku melawan api di lahan gambut.
Keterbatasan alat menjadi rintangan tersendiri saat timnya harus memastikan bara di kedalaman tanah benar-benar mati sempurna.
"Alhamdulillah dapat kesempatan hari ini partisipasi memadamkan lahan gambut yang terbakar, berat banget taunya," keluh Zaskia.
"Jadi, madamin satu titik harus ditungguin minimal 2 menit. Selang jangan digoyang-goyangin karena bawahnya masih kebakar cukup dalam."
Selain memadamkan api, ia bahkan rela membelah kepungan asap menggunakan sampan sejak pukul lima subuh demi menembus Desa Kanarakan, kawasan terisolasi tanpa akses sinyal. Di sana, ia menyalurkan langsung bantuan medis ke puskesmas setempat.
"Ada 100 lebih KK, tadinya pun Puskesmas sempat kosong enggak ada nakes, pengobatan terdekat tiga jam. Kita bawa bantuan obat-obatan dari teman-teman semua ya," ungkapnya.
"Ini namanya assessment, setelah kedatangan awal, kami akan diskusi dan putuskan bisa bantu apa jangka panjangnya."
2. Riyuka Bunga
Keresahan serupa dirasakan komedian Riyuka Bunga yang turut sibuk mendistribusikan logistik makanan bagi para relawan di Palangka Raya.
Lewat pantauan langsungnya di lapangan, ia melempar sentilan tajam kepada pihak berwenang agar tidak mudah terkecoh dengan kondisi pinggiran hutan yang sekilas masih terlihat hijau.
"Mungkin pemerintah bilang ya, ini enggak apa-apa kok baik-baik aja. Iya luarnya pak, dalemnya kita enggak tau ya pak. Bapak harus ke dalem kayaknya deh," sindirnya.
"Ya benar banget, coba bapak lebih dalem lagi lihatnya, biar bapak tau bahwa kita tidak baik-baik saja. Ini memang sampah luar masih hijau ya... Tapi kalau lu masuk ke dalam... Nah, ini sampai ke sana-sananya tuh, sudah terbakar. Masih hijau ya. Jadi dalamnya dulu yang hancur justru."
Hingga Kamis siang, Riyuka mengabarkan langit Palangka Raya kembali menguning seiring munculnya titik api baru.
"Guys di sini sudah kuning lagi ya jam segini dan asapnya xudah pekat lagi terus dapet info juga disini ada titik-titik api lagi, tapi ya sudah lah ya."
"Nah ini tuh asapnya pekat lagi dan kayak tiba-tiba gitu loh tiba-tiba pekat tiba-tiba enggak gitu, warnanya tuh kuning banget sekarang kalian bisa liat gitu."
3. Sherina Munaf
Sherina Munaf sudah lebih dulu menerjang panasnya area gambut di belakang Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya pada awal September lalu bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Ia menggambarkan betapa proses pemadaman di area tersebut benar-benar menguras ketahanan fisik dan mental.
"Jujur buat aku ini adalah terrain yang lebih challenging lagi, karena banyak sekali batang-batang kayu yang di atas gambut yang sangat panas," tutur Sherina mengenang rintangan di lapangan.
"Jadi setiap kali kami melangkah ke depan, kami harus mendinginkan dulu karena masih sangat aktif baranya. Lebih panas lagi."
(chri)