Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta masyarakat belajar dari nilai perjuangan, keberanian, keteguhan, keilmuan, kecintaan tanah air dan toleransi dari Syekh Yusuf Al-Makassari.
Hal itu ia sampaikan dalam rangka peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari.
Dalam Indonesia Forward CNN Indonesia TV yang ditayangkan pada Senin (26/10) siang, ia mengatakan bahwa pahlawan yang lahir di Gowa, Sulawesi Selatan pada 1926 tersebut merupakan tokoh besar dan luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli mengatakan hidup di masa kejatuhan Kerajaan Gowa-Tallo, Syekh Yusuf Al-Makassari berjuang bukan hanya dengan senjata, melainkan dengan ilmu, kesabaran, diplomasi, dan keimanan.
Berkat jasa-jasa Syekh Yusuf, Indonesia dikenal dunia.
Hal itu bisa terjadi berkat keterhubungan Syekh Yusuf dengan berbagai negera. Menurutnya, Syekh Yusuf membuktikan bahwa Nusantara sejak dulu sudah menjadi bagian dari percakapan global.
Fadli mengatakan memperkenalkan wajah Nusantara ke dunia yang dilakukan Syek Yusuf berarti memperlihatkan wajah Indonesia yang damai, berilmu, dan terbuka - sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia dalam peta sejarah kemanusiaan.
"Yang membedakan beliau adalah perjalanan hidupnya yang melintasi pulau, lautan, hingga ke negeri seberang - perjalanan yang sekaligus menyebarkan ilmu, mempererat persaudaraan, dan mempertahankan kedaulatan bangsa. Beliau adalah pejuang sekaligus ulama, guru sekaligus pemimpin - sosok yang menggabungkan kekuatan fisik dengan kedalaman batin," katanya.
"Tentu bukan sekadar kenangan. Peringatan 400 tahun kelahirannya adalah momen untuk melihat kembali nilai-nilai yang beliau perjuangkan - keberanian, keteguhan, keilmuan, cinta tanah air, dan toleransi," tambahnya.
Fadli mengatakan di masa kini, ketika tantangan bangsa berubah, nilai-nilai dan pelajaran dari Syekh Yusuf justru semakin dibutuhkan.
Pasalnya, Syekh Yusuf mengajarkan keteguhan prinsip yang tetap terbuka kepada dunia; mencintai daerah sendiri sekaligus menjaga persatuan seluruh Nusantara.
"Itulah pesan yang ingin kita sampaikan: sejarah bukan sesuatu yang berhenti di masa lalu, melainkan cahaya yang menuntun masa depan," katanya.
Relevan buat gen z
Fadli mengatakan bagi generasi Z yang menyukai kisah tulus, menginspirasi, dan relevan dengan kehidupan mereka, Syek Yusuf merupakan salah satu tokoh ideal.
Menurutnya Syekh Yusuf memiliki perjalanan hidup yang penuh petualangan, keberanian, ketekunan, dan semangat belajar; hal-hal yang tetap relevan kapan pun.
Karenanya pihaknya akan mengemas kisahnya lewat bahasa dan wadah yang dikenal gen z, seperti; media sosial, konten kreatif, animasi, musik, hingga kegiatan langsung.
"Kita tidak mengubah sejarah, melainkan menyampaikannya dengan cara yang menyentuh hati anak muda - agar mereka menemukan bagian dari diri mereka dalam sosok Syekh Yusuf," katanya.
(tim)