Pihak Ruben Onsu meluapkan kekecewaan terhadap manuver pembuktian yang dilakukan Sarwendah dalam sidang hak asuh anak.
Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben menilai hal yang dilakukan kubu Sarwendah sudah melenceng jauh dari substansi perkara dan justru menjadikan sidang sebagai ajang bongkar aib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua bukti (dari pihak Sarwendah) itu kan bukti yang ingin menunjukkan bahwa ayahnya ini punya banyak kejelekan," kata Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).
Rentetan isu personal yang diseret ke meja hijau itu, kata Minola, dinilai sama sekali tidak bisa menjadi tolok ukur kelayakan seorang ayah dalam mengasihi buah hatinya.
Menurut Minola, seperti diberitakan detikcom pada Jumat (30/10), deretan bukti yang disodorkan Sarwendah terkesan sengaja dirancang hanya untuk melakukan pembunuhan karakter Ruben di hadapan majelis hakim.
"Jadi ini tidak berkaitan mengenai masalah apakah ayahnya memiliki kemampuan, memiliki kualitas untuk bisa mengasihi anaknya, menyayangi anaknya," tutur Minola.
"Bukan ke sana arahnya. Tapi arahnya adalah lebih kepada mempertontonkan kekurangan ayahnya," Minola menegaskan.
Ruben Onsu sebelumnya melayangkan gugatan hak asuh anak terhadap Sarwendah ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni lalu.
Dalam pokok gugatannya, pihak Ruben menyoroti kendala pembagian waktu bertemu anak yang dianggap tidak seimbang, masalah lingkungan pengasuhan, hingga melampirkan tudingan eksploitasi anak.
Agenda sidang pembuktian sendiri telah digelar pada pertengahan Oktober. Kala itu, kubu Ruben menyerahkan total 61 alat bukti berupa dokumen surat dan rekaman video untuk memperkuat tuntutannya.
Di sisi lain, Sarwendah melalui kuasa hukumnya merespons dengan melayangkan 102 bukti tandingan. Sebagian dari bukti yang diserahkan kepada majelis hakim tersebut diduga memuat rekaman yang diambil secara ilegal.
(chri)
